Pengaruh Penambahan Ampas Jahe (Zingiber officinale Rosc.) Terhadap Karakteristik Organoleptik Kue Bangkit

Anti Rahmiati, Yuli Heirina Hamid, Laili Suhairi

Abstract


Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan salah satu tanaman yang dimanfaatkan sebagai bumbu pada masakan, minuman tradisional seperti jamu dan obat herbal yang menyisakan limbah berupa ampas jahe. Ampas tersebut masih mengandung senyawa oleoresin yang bisa
diambil dan dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatan ampas jahe tersebut adalah dengan cara menjadikannya bahan tambahan dalam pembuatan kue bangkit. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh standarisasi resep, mengetahui karakteristik organoleptik dan daya terima konsumen terhadap kue bangkit dengan penambahan ampas jahe. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Tempat dan waktu penelitian dilakukan di Laboratorium Tata Boga Prodi PVKK FKIP Unsyiah. Data uji pengamatan dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata (mean) dari total nilai narasumber. Data uji penerimaan
menggunakan analisis of variance (anova) satu jalur dari konsumen. Kemudian dianalisis dengan menggunakan LSD pada taraf 0,05. Hasil penelitian diperoleh kue bangkit pada perlakuan kedua (CB1) dengan penambahan ampas jahe 20% merupakan perlakuan yang diterima oleh narasumber berdasarkan uji pengamatan dengan nilai rata-rata sebanyak 23,37 dari skala 1-25. Hasil penelitian uji peneriman konsumen terhadap kue bangkit dengan penambahan ampas jahe dengan nilai rata-rata tertinggi terdapat pada kue bangkit pada
perlakuan kedua (CB1) dengan nilai 4,1 dengan skala 1-5. Simpulan pnelitian ini adalah Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, baik narasumber maupun konsumen lebih menyukai perlakuan kedua (BC1) karena pengaruh warna putih sedikit kekuningan (krem), aroma khas jahe yang tidak terlalu kuat, tekstur rapuh, serta memiliki rasa manis dengan paduan khas jahe yang pas. Hasil uji daya terima konsumen terhadap warna, aroma, tekstur dan rasa kue bangkit lebih diterima dengan penambahan ampas jahe sebanyak 50 gram (20%).
Kata Kunci: Karakteristik organoleptik, Kue bangkit, Ampas Jahe


References


Tim Lentera. 2004. Sehat dengan Ramuan Tradisional Khasiat & Manfaat Jahe Merah si Rimpang Ajaib. Jakarta: AgroMedia Pustaka.

Handayani dan Ikhsan. 2012. Pemanfaatan Limbah Jahe Industri Jamu dan Minuman Untuk Produksi Minyak Jahe dengan Destilasi Kohobasi Vacum, (Online), Vol 8, No. 1, http://ejournal.undip.ac.id/index.ph p., diakkses 10 September 2019).

Yudi, dkk. 2014. Mikroenkapsulasi Oleoresin Ampas Jahe dengan

Penyalut Maltodekstrin untuk mengetahui Oleoresin

Jahe. Agritech, (Online), Vol 34, No.1, (https://doi.org/10.22146/agritech.9 518., diakses 10 September 2019).

Suhardjito. 2006. Pastry dalam Perhotelan. Yogyakarta: Andi.

Yahya. 2012. Aneka Cookies. Jakarta: Niaga Swadaya.

Winiarti Pudji Rahayu, 2001. Penuntun Praktikum Penilaian

Organoleptik.Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian Institut

Pertanian Bogor.

Redaksi Health Secret. 2013. Awet Mudaala Korea. Jakarta: Gramedia.

Raditrini dan Ratu Hani. 2015. 165 resep Kue Kering Klasik & Modern. Jakarta: PT. Demedia Pustaka.

Rahmat Rukmana. 2011. Aneka Olahan Jahe. Yogyakarta: Kanisiu.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.