PEMBUATAN FILM BIOPLASTIK DARI KITOSAN DAN SELULOSA AMPAS TEBU (Saccharum officinarum L.)

Meilisa Pratiwi, M. Hasan, Ratu Fazlia Inda Rahmayani

Abstract


Abstrak

Telah dilakukan penelitian tentang pembuatan film bioplastik dari kitosan dan selulosa ampas tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi kitosan dan selulosa ampas tebu terhadap daya serap pelarut (liofobisitas) dan sifak mekanik. Selulosa ampas tebu didapatkan dengan mendelignifikasi ampas tebu menggunakan metode organosolv. Film bioplastik dibuat dengan cara blending, yakni mencampurkan kitosan dengan selulosa ampas tebu dengan variasi perbandingan 0/100, 25/75, 50/50, dan 25/75. Produk bioplastik diuji dengan uji liofobisitas, uji kadar air, dan uji mekanik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selulosa yang dihasilkan dari proses delignifikasi sebanyak 7,85% (0,4 gram dari 5 gram ampas tebu). Bioplastik yang dihasilkan dari tiap-tiap varian yang memiliki ketahanan paling baik terhadap pelarut air, etanol, HCl, dan NaOH adalah variasi dengan perbandingan kitosan dan selulosa 50:50. produk bioplastik yang memiliki kadar air yang paling sedikit yakni pada bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 25 : 75. Sifat mekanik sampel bioplastik semakin menurun seiring dengan bertambahnya komposisi selulosa dan menurunnya komposisi kitosan. Kuat tarik terbesar terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa ampas tebu 100 : 0 yakni 8,161 Mpa, sedangkan kuat tarik terendah terdapat pada sampel bioplastik dengan perbandingan kitosan dan selulosa 25 : 75 yakni 0,017. Modulus Young (elastisitas) berbanding lurus dengan kuat tarik, semakin besar nilai kuat tarik, maka semakin elastis bioplastik tersebut.

Kata kunci: bioplastik, selulosa, kitosan

 

Abstract

There has been research on the making of bioplastic film from chitosan and cellulose of bagasse. This study aims to determine the effect of chitosan and cellulose composition of bagasse on solvent absorption (lyophobicity) and mechanical properties. Cellulose bagasse was obtained by delignifying the bagasse using organosolv method. Bioplastic film made by blending method, that mixing chitosan with cellulose bagasse with variation ratio 0/100, 25/75, 50/50, and 25/75. Bioplastic products were tested using lyophobicity tests, moisture test, and mechanical tests. The results showed that the cellulose produced from the delignification process was 7.85% (0.4 grams of 5 grams of bagasse). The bioplastics produced from each variant having the best resistance to water solvents, ethanol, HCl, and NaOH are variations in the ratio of chitosan and 50:50 cellulose. The bioplastic product having the least moisture content in bioplastic with the ratio of chitosan and cellulose of bagasse 25: 75. The mechanical properties of bioplastic samples decreased with increasing of cellulose composition and decreasing of chitosan composition. The largest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan ratio and 100: 0 bagasse cellulose ie 8.161 MPa, while the lowest tensile strength was found in bioplastic samples with chitosan and cellulose 25: 75 ratio of 0.017. Young's modulus (elasticity) is directly proportional to tensile strength, the greater the value of tensile strength, the more elastic the bioplastic is.

Keywords: bioplastic, cellulose, chitosan


 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.