Hubungan edukasi religius dengan hasrat heteroseksual siswa SMA Negeri 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar

Santi Ramadani, Abu Bakar, Nurbaity Bustamam

Abstract


Religious education is believed to nurture the individual to behave more responsible. This research attempts to describe the correlation between religious educations with the heterosexual desire of students in one of public high school in Baitussalam Aceh Besar. This study aims to determine the relationship between religious educations with students' heterosexual desires. The type of research used is quantitative research with descriptive and correlational method. The population in this study was all students of SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar amounted to 300 people. Sampling technique utilized was probability sampling. Data collected using five scaled questionnaire. Research data is processed and analyzed by percentage and Spearman correlation. The results showed that the highest category in religious education was the medium category, while the highest category of heterosexual passions was also the medium category. The result of correlation test analysis showed a significant negative correlation between religious educations with student heterosexual desires, the correlation coefficient obtained was -0.185 with a significant level of 0.15. This means that the proposed work hypothesis can be accepted, so it can be said the higher the religious education the lower the heterosexual desire in SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar.

 Keywords: Religious educations, heterosexual desire, high school students

 ABSTRAK

Pendidikan religius dipercaya dapat membina individu menjadi lebih bertanggung jawab terutama terhadap dirinya sendiri dan dapat mengendalikan perilakunya. Penelitian ini berupaya mendiskripsikan korelasi antara edukasi religius dengan hasrat heteroseksual siswa SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara edukasi religius dengan hasrat hetero seksual siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar berjumlah 300 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah probability sampling yaitu penyampelan secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan intrumen berupa skala berkategori lima. Data penelitian diolah dan di analisis dengan persentase dan korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori terbanyak pada edukasi religius adalah kategori sedang. Sementara kategori terbanyak pada hasrat hetero seksual juga berada pada kategori sedang. Hasil analisis uji korelasi menunjukkan adanya korelasi negatif yang signifikansi antara edukasi religius dengan hasrat hetero seksual siswa, koefisien korelasi yang diperoleh adalah -0.185 dengan tingkat signifikan 0.15. Artinya hipotesis kerja yang diajukan dapat diterima, sehingga dapat dikatakan semakin tinggi edukasi religius maka semakin rendah hasrat hetero seksual di SMAN 1 Unggul Baitussalam Aceh Besar.

Kata kunci: edukasi religious, hasrat hetero seksual, siswa SMA


Full Text:

PDF

References


Arham, Z., Bahrun, B., & Bakar, A. (2018). Regulasi diri pada ibu tunggal yang memiliki anak remaja. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 2(2).

Batubara, J. R. (2016). Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, 12(1), 21-9.

Dancey, C. P. & Reidy, J. (2011). Statistics without maths for psycology (5th-ed). England: Pearson.

Darmadi, H. 2013. Dimensi-Dimensi Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial: Konsep Dasar dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Djaelani, M. S. (2013). Peran Pendidikan Agama Islam dalam Keluarga dan Masyarakat. Jurnal Ilmiah Widya, 1(1).

Hadirah, I. (2008). Dasar-dasar Kependidikan, UIN Alauddin. Makassar.

Hurlock, E. 2002. Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Jakarta : Erlangga.

Jalaluddin. (2010). Psikologi Agama. Jakarta: Rajawali Pers.

Komariah, K. S. (2011). Model pendidikan nilai moral bagi para remaja menurut perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim Vol, 9, 45-54.

Majid, A. (2011). Pendidikan Berbasis Ketuhanan. Bandung: CV Maulana Media Grafika.

Mutiara, W., Komariah, M. & Karwati. (2008). Gambaran Perilaku Seksual Dengan Orientasi Heteroseksual Mahasiswa Kos Di Kecamatan Jatinangor-Sumedang. Majalah Keperawatan Unpad, 10(18).

Nawawi, A., & Jurusan, P. L. B. (2011). Pentingnya Pendidikan Nilai Moral bagi Generasi Penerus. Jurnal kependidikan: insania, 16(2), 119-134.

Nuandri, V. T., & Widayat, I. W. (2014). Hubungan antara sikap terhadap religiusitas dengan sikap terhadap kecenderungan perilaku seks pranikah pada remaja akhir yang sedang berpacaran di universitas Airlangga Surabaya. Jurnal Psikologi Kepribadian dan Sosial, 3(2), 60-69.

Sanusi, M., Nurhasanah, N., & Bustamam, N. (2017). Hubungan komitmen pendidikan diniah dengan perilaku menyimpang pada remaja (suatu penelitian di SMP N 8 Banda Aceh). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Bimbingan & Konseling, 2(2).

Setiyanto, B. A. (2010). Peranan pendidikan agama Islam dalam mencegah perilaku seksual peserta didik di SMA Muhammadiyah Mayong Jepara (Doctoral dissertation, IAIN Walisongo).

Thalib, S. B., (2010). Psikologi pendidikan berbasis analisis empiris aplikatif. Prenada Media.

Usman, H. & Akbar, P.S. (2009). Pengantar Statistika Edisi Kedua. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Zuhairini.(1995). Filsafat Pendidikan Islam. Jakarta : Bumi Aksara


Refbacks

  • There are currently no refbacks.