Serapan Hara dan Hasil Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Berbagai Jenis dan Metode Perhitungan Kebutuhan Kapur pada Ultisol

Arief Maulana, Zuraida Zuraida, Muyassir Muyassir

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat metode kebutuhan kapur dan jenis kapur yang  efektif terhadap serapan hara dan hasil jagung (Zea mays L.) pada Ultisol dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 9 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali sehingga didapatkan 27 satuan unit percobaan. Faktor yang diteliti adalah metode perhitungan kebutuhan kapur sebagai faktor 1 dan jenis kapur sebagai faktor 2. Faktor 1 metode perhitungan kebutuhan kapur terdiri dari 3 taraf yaitu : metode Corey (M1), metode berdasarkan Aldd (M2), dan metode Knooti (M3). Faktor 2 adalah jenis kapur yang terdiri dari 3 taraf yaitu : dolomit (K1), kalsit (K2), dan gypsum (K3). Untuk melihat perbedaan hasil perlakuan digunakan uji F dan dilanjutkan dengan uji (BNT0,05). Hasil penelitian didapatkan serapan hara dan komponen hasil jagung yang bervariasi secara nyata akibat interaksi metode perhitungan kebutuhan kapur. Gypsum yang dihitung dengan  metode Corey  menghasilkan kadar dan serapan tanaman jagung yang lebih baik dari jenis kapur yang dihitung dengan metode perhitungan lainnya, demikian juga halnya dengan komponen hasil jagung yang ditanam pada Ultisol.

Nutrient Absorption and Corn Result (Zea Mays L.) Due To The Growth of Types And Calculation Methods on Ultisol


Abstract. The study aims to see the lime and lime lime requirement method that was effective against nutrient uptake and corn yield (Zea mays L.) on Ultisol using Factorial Randomized Block Design (RAK) with 9 treatments and replicates 3 times so that 27 units of experiments. Factor of research is calculation method of lime requirement as factor 1 and lime type as factor 2. Factor 1 calculation method of lime requirement consists of 3 levels that is: Corey method (M1), method based on Aldd (M2), and Knooti (M3) method. Factor 2 is a type of lime which consists of 3 levels, namely: dolomite (K1), calcite (K2), and gypsum (K3). To see difference between treatment result used F tests and continued with test (BNT0,05). The results showed nutrient uptake and corn yield components that varied significantly due to the interaction of calculation method of lime requirement. Gypsum calculated by Corey method yields better corn absorption rate and absorption of lime species calculated by other calculation methods, as well as corn components grown on Ultisol.

 


Keywords


Metode, Serapan Hara, Hasil Jagung, Ultisol; Methods, Nutrient Absorption, Corn Yield, Ultisol

Full Text:

PDF

References


Amelia, D. 2017. Analisis Metode Kebutuhan Kapur Pada Ultisol dan Hubungannya Dengan Sifat Kimia Tanah dan Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.). Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Amien, L.I., C.L.I., Evensen, and R.S. Yost. 1990. Performance of some improved peanut cultivars on an acid soil of West Sumatra. Pemberitaan Penelitian Tanah dan Pupuk 9: 1− 7.

Gardner, F. P., R. Brent Pearce, & Roger L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia Press. Jakarta.

Hardjowigeno, S. 1992. Ilmu Tanah. Akamedika Pressindo. Jakarta.

Havlin, J. L. J. D. Beaton, S. L. Tisdale and WL Nelson. 2005. Soil Fertility and Fertilizers An Introduction to Nutrient Management. Seventh Edition. Pearson Education Inc. Upper Saddie River, New Jersey.

Homer ER. 2008. The effect of nitrogen application timing on plant available phosphorus. Thesis. Graduate School of The Ohio State University. USA.

Jones, U.S. 1967. Fertilizer and Soil Fertility. Reston Pub. Co. Virginia.

Laegreid, M., O. C. Bockman and O. Kaarstad. 1999. Agriculture, Fertilizers and the Environment. CABI Publishing. New York. 294 p.

Mutscher, H. 1995. Measurement and Assessment of Soil Potassium. IPI Res. Topics No.4. Int. Potash Inst.

Notohadiprawiro, T. 1983. Persoalan Tanah Masam dalam Pembangunan Pertanian di Indonesia. Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Purbajayanti, E. D., B. A. Kristanto., R. Trimulatsih., S. Anwar., F. Kusmiyati dan Karno. 2002. Ilmu Tanah dan Kesuburan. Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak, Universitas Diponegoro, Semarang.

Purwono dan R. Hartono, 2011. Bertanam Jagung Unggul. Penebar Swadaya. Jakarta. 64 hal.

Sanchez, P. A. 1992. Sifat dan Pengolahan Tanah Tropika. Penerbit ITB, Bandung.

Sarasutha, IG.P. 2002. Kinerja usaha tani dan pemasaran jagung di sentra produksi. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian 21(2): 39−47.

Tisdale, S.L., W.L. Nelson & J.D. Beaton. 1985. Soil Fertility and Fertilizers. 4th ed. MacMillan Publ. Co., Inc., New York.

Wang YP, BZ Houlton and CB Field. 2007. A model of biogeochemical cycles of carbon, nitrogen, and phosphorus including symbiotic nitrogen fixation and phosphatase production. Global Biogeochemical Cycles 21, 1018-1029.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id