Karakteristik Pengeringan Biji Jagung (Zea Mays L.) Menggunakan Alat Pengering Surya Adriyarkara Termodifikasi

Athul Fadhli, Diswandi Nurba, Raida Agustina

Abstract


Abstrak. Jagung merupakan tanaman penghasil karbohidrat terpenting. Pengeringan jagung pipil menggunakan alat pengering merupakan proses untuk menghasilkan jagung pipil yang siap diolah untuk pembuatan tepung jagung dengan batas kadar air tertentu sehingga menghaslkan jagung pipil dengan kualitas yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji karakteristik pengeringan biji jagung menggunakan alat pengering surya Termodifikasi. Metode penelitian  menggunakan 3,15 kilogram jagung pipil dengan kadar air awal 22% untuk proses pengeringan. Parameter yang dianalisis terkait alat pengering kolektor surya yaitu temperatur, kelembaban relatif, kecepatan udara dan iradiasi surya, sedangkan parameter yang dianalisis terkait bahan yaitu kadar air, lama waktu pengeringan, laju pengeringan dan organoleptik. Prosedur penelitian terdiri dari pengujian kosong dan pengujian dengan menggunakan jagung pipil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur rata-rata dalam rak pengering sebelum dilakukan modifikasi yaitu 44,4oC, temperatur rata-rata setelah dilakukan modifikasi yaitu 55,5oC dan temperatur rata-rata rak pengering pada pengeringan menggunakan jagung pipil yaitu 46,96oC. Kelembaban relatif rata-rata dalam rak pengering sebelum dilakukan modifikasi yaitu 40,1%, kelembaban relatif rata-rata dalam rak pengering setelah modifikasi yaitu 35,1% dan kelembaban relatif rata-rata pengeringan menggunakan jagung pipil yaitu 44,45%. Dari hasil pengukuran tersebut menunjukkan bahwa nilai temperatur dan kelembaban pada alat setelah modifikasi lebih baik dibandingkan sebelum alat dimodifikasi. Pengukuran temperatur dan kelembaban relatif terdiri dari 4 titik pengukuran yaitu rak 1A,1B dan rak 2A, 2B. Kecepatan udara rata-rata yang diukur konstan yaitu 0,7 m/s pada ruang pengering, sedangkan lingkungan 1,1 m/s. Total iradiasi surya selama pengeringan yaitu 1848,84 W/m2. Kadar air jagung pipil masing-masing rak yaitu rak 1A 14,29%, rak 1B 14,47%, rak 2A 13,91% dan rak 2B 14,1%. Hasil dari pengujian organoleptik, panelis agak menyukai jagung pipil yang dikeringkan menggunakan alat pengering tersebut.

Characteristics of Seed Drying (Zea mays L.) Using a Modified Adriyarkara Solar Dryer


Abstract. Corn is the most important carbohydrate plant. Drying corn using a drying tool is a process to produce corn that are ready to be processed for making corn flour with a certain water content limit so as to produce corn with good quality. The purpose of this study was to examine the characteristics of drying of corn kernels using a modified solar dryer. The research method used 3,15 kilogram of corn milled with the initial moisture content of 22% for drying process. The parameters analyzed in relation to solar collector dryers are temperature, relative humidity, air velocity and solar irradiation, while the parameters analyzed are materials such as moisture content, drying time, drying rate and organoleptic. The research procedure consists of unloaded testing and testing using corn. The results showed that the average temperature in the dryer tray before modification was 44,4°C, the average temperature after modification was 55,5°C and the average temperature of the dryer tray on drying using corn was 46,96oC. The average relative humidity in the dryer tray before modification is 40,1%, the average relative humidity in the dryer tray after modification is 35,1% and the average relative humidity of drying using corn is 44,45%. From the measurement results show that the value of temperature and humidity in the tool after modification is better than before. Measurement of temperature and relative humidity consist of 4 point of measurement that is tray 1A, 1B and tray 2A, 2B. Average mean air velocity measured is 0,7 m/s at the dryer room, while the environment is 1,1 m/s. Total solar irradiation during drying is 1848,84 W/m2. Moisture level of corn each shelves tray 1A is 14,29%, tray 1B is 14.47%, tray 2A is 13,91% and tray 2B is 14,1%. As a result of organoleptic testing, panelists rather like dried corn using the dryer.


Keywords


Jagung (Zea mays L.); pengeringan; kadar air

Full Text:

PDF

References


Az-Zahra, I. 2009. Mengenal Jenis Jagung dan Olahannya. CV. P&G Kilat Jaya, Bandung.

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, 2009. Mengidentifikasi mutu fisik jagung dengan memanfaatkan teknologi pengolahan citra digital. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Desrosier, NW. 1998. Teknologi Pengawetan Pangan. Muljohardjo M, Penerjemah. Universitas Indonesia press, Jakarta.

Marzuki, M. 2015. Uji kinerja alat pengering energi surya adriyarkara termodifikasi untuk opak ubi kayu. Skripsi. Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Soekarto, T. 1985. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Bharatara Karya Aksara, Jakarta.

Taib, G., Sa’id ,E..G. , Wiraatmaja, S., 1987. Operasi Pengeringan Pada Pengolahan Hasil Pertanian. PT Mediyatama Sarana Perkasa, Jakarta.

Winarno, F.G., S. Fardiaz, dan D. Fardiaz. 1980. Pengantar Teknologi Pangan. Gramedia, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id