Analisis Kelayakan Finansial Mesin Tanam Padi (Rice Transplanter) Di Desa Piyeung Aceh Besar

farizan farizan, Fauzi Fauzi, Makmur Makmur

Abstract


Abstrak. Mesin tanam padi rice transplanter merupakan alsintan yang digunakan dalam mengupayakan peningkatan produksi padi. Kabupaten Aceh Besar menjadi salah satu daerah yang memperoleh bantuan mesin tanam bibit padi rice transplanter yang secara khusus diberikan kepada petani di Desa Piyeung. Penelitian yang dilakukan ini ingin melihat aspek kelayakan finansial penggunaan mesin tanam bibit padi rice transplanter dengan melakukan tinjauan pada penyediaan jasa sewa meyewa mesin. Analisis kelayakan finansial difokuskan pada kelompok tani Aneuk Laot Mulia sebagai pengelola jasa penyediaan mesin  rice transplanter. Sebagai komponen utama dalam unit analisis finansial, tingkat suku bunga yang digunakan adalah 9 % sebagaimana penetapan Suku Bunga modal kredit pada Peraturan menteri Pertanian (PERMENTAN) Republik Indonesia No. 32 tahun 2016. Analisis dilakukan dengan simulasi 2 kali musim tanam pada tahun pertama dan 3 kali musim tanam pada tahun kedua sampai kesepuluh. Analisis finansial terdiri dari perhitungan Break Event Point (BEP), Net Present Value (NPV), Net Benefit/Cost (Net B/C) Ratio, Internal Rate of Return (IRR), dan analisis sensitivitas. Dalam perhitungan yang dilakukan, keuntungan yang diperoleh oleh penyedia jasa sewa menyewa mesin dengan asumsi 2 kali musim tanam adalah Rp. 8.250.000, dan 3 kali musim tanam adalah Rp. 12.500.000,-. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan, mesin tanam bibit padi rice transplanter layak untuk dikembangkan. Penyediaan jasa mesin mampu mencapai BEP pada saat pengolahan lahan mampu tercapai 10 ha/musim tanam dan nilai sewa Rp.2.380.952  ,-. Penerimaan dari Usaha jasa mesin rice transplater di masa yang akan datang menghasilkan Nilai NPV sebesar Rp. 66.983.652,- dengan rasio benefit/cost 2,41. Capaian IRR usaha penyediaan jasa alsintan selama 10 tahun diperkirakan 16,57 %. Pada bagian simulasi sensitivitas, kenaikan BBM tidak terlalu mempengaruhi kelayakan finansial mesin. Sensitivitas tampak terjadi pada biaya sewa menyewa dan perubahan luas lahan yang dioperasionalisasikan.

 

Analysis Of The Feasibility Of (Rice Transplanters) In Piyeung Aceh Besar

Abstract. The rice transplanter rice planting machine is an alsintan used in the effort to increase rice production. Kabupaten Aceh Besar became one of the areas that received assistance planting rice transplanter rice seedlings which are specifically given to farmers in the Piyeung Village. This research wanted to see the financial feasibility aspect of using rice transplanter rice planting machine by doing a review on the provision of rental service of machine rent. Financial feasibility analysis is focused on farmer group Aneuk Laot Mulia as the manager of rice transplanter machine provision. As the main component in the unit of financial analysis, the interest rate used is 9% as the determination of the Interest Rate of credit capital in the Regulation of the Minister of Agriculture (PERMENTAN) of the Republic of Indonesia No. 32 years 2016. Analysis is done by simulation 2 times the planting season in the first year and 3 times the planting season in the second year to the tenth. Financial analysis consists of Break Event Point (BEP), Net Present Value (NPV), Net Benefit / Cost (Net B / C) Ratio, Internal Rate of Return (IRR), and sensitivity analysis. In the calculations performed, the profit earned by the rental service providers renting machines with the assumption of 2 times the planting season is Rp. 8.250.000, and 3 times the planting season is Rp. 12.500.000, -. Based on the results of the calculations performed, machine planting rice seedlings rice transplanter feasible to be developed. Supply of machine service able to reach BEP at the time of processing of land able to reach 10 ha / planting season and rent value Rp.2.380.952, -. Revenue from the future business of rice transplater machine produces NPV Value of Rp. 66.983.652, - with a benefit / cost ratio of 2.41. The IRR achievement of 10-year supply of services for alsintan is estimated at 16.57%. In the sensitivity simulation section, the increase in fuel does not significantly affect the financial viability of the engine. Sensitivity appears to occur in the cost of lease and changes in the area of land operationalized.


Keywords


Mesin Tanam Padi, Analisis Kelayakan Finansial; Rice Transplanter Machine, Analysis Of The Feasibility

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Adjid D A. 2001. Penyuluhan Pertanian. Yayasan Sinar Tani, Jakarta.

Ahmad, D.R. dan Haryono. 2007. Peluang Usaha Jasa Penanganan Padi secara Mekanis dengan Mendukung Industri Persemaian. Prosiding Seminar Nasional Apresiasi Hasil Penelitian Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Aidia, M.J. 2011. Dampak Mekanisasi Pertanian terhadap Pembangunan Pedesaan. http://kuliahitukeren.blogspot.com/2011/03/dampak-mekanisasi-pertanian.html, diakses pada 28 Maret 2017.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 2008. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi gogo. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh. 2015. Statistik Tanaman Padi Provinsi Aceh 2015. BPS Provinsi Aceh.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Aceh Besar. 2015. Kecamatan Montasik dalam Angka 2015. BPS Aceh Besar.

Daulay, S.B., 1999. Menggapai Potensi Pengembangan Alsintan di Sumatera Utara. Makalah Dialog Terbuka "Perkembangan Teknologi Pertanian di Sumatera Utara", P. Studi Teknik Pertanian, Fak. Pertanian USU, Medan - Fak. Pertanian Institut Teknologi Indonesia, Jakarta, FP USU, Medan.

Departemen Pertanian. 2008. Peraturan Menteri Pertanian: 25/Permentan/Pl.130/5/2008 tentang Pedoman Penumbuhan dan Pengembangan Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA). Departemen Pertanian, Jakarta.

Emawati, 2007. Analsisi Kelayakan Finansial Industri Tahu (Studi Kasus Usaha Dagang Tahu Bintatro Kabuapaten Tanggerang Provinsi Banten). Jakarta, Skripsi Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian UIN Syarif Hidayatullah.

Farman, Yong, dkk. 2015. Kajian Pemanfaatan Teknologi Mekanisasi Padi pada Lahan Sawah Irigasi dengan Kepadatan Penduduk Rendah di Kabupaten Bengkulu. Bengkulu, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kabupaten Bengkulu.

Fatah, N. 1994. Evaluasi Proyek Finansial pada Proyek Mikro. Jakarta, CV Asona.

Hadiutomo, K. 2012. Mekanisasi Pertanian. IPB Press, Bogor.

Handaka dan Winoto. 2005. Proses Inovasi Teknologi Mekanisasi Pertanian di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang Pertanian.

Handaka. 2005. Kontribusi strategis mekanisasi pertanian pada revitalisasi. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Mekanisasi Pertanian; 2005 Agu 4; Cipayung, Indonesia.

http://web.ipb.ac.id/~tepfteta/elearning/media/Teknik%20Mesin%20Budidaya%20Pertanian/Transplanter/Mesin%20Tanam%20Bibit%20Padi4april.htm. Diakses pada tanggal 28 April 2017.

Hidayat, Lukman, dkk. 2011. Analisis Sensitivitas sebagai Faktor Penting dalam Suatu Pengambilan Keputusan Investasi. Jurnal Ilmiah Ranggagading Vol.11 No.2, Oktober 2011: Hal 134-141.

Husnan, S dan Suwarsono. 1999. Studi Kelayakan Proyek. UPP AMP YKPN. Yogyakarta.

Kasmir dan Jakfar. 2003. Studi Kelayakan Bisnis. Prenada Media, Jakarta.

Kasryno, F. 1998. Pemikiran Peningkatan Daya Saing Komoditas Pertanian melalui Pemanfaatan Mekanisasi Pertanian yang Ramah Lingkungan dalam Prosiding Perspektif Pemanfaatan Mekanisasi Pertanian dalam Peningkatan Daya Saing Komoditas. PSE Badan Litbang Pertanian, Jakarta

Kementerian Pertanian. 2013. Pedoman Teknis Bantuan Alat Mesin Pertanian TA. 2014. Direktorat Alat dan Mesin Pertanian. Jakarta.

Kementerian Pertanian. 2015. Rencana Strategis Sektor Pertanian 2015-2019, Lampiran Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 19/Permentan/Hk.140/4/2015.Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Jakarta.

Manwan I, & Ananto, 1994. Prospek Mekanisasi Pertanian Tanaman Pangan. Puslitbangtan. Badan Litbang Pertanian, Jakarta.

Moens, A. 1978. Objectives of Agricultural mechanization. Agricultural Mechanization Strategy. Journal NUFFIC The.LHW-1

Nahraeni, W. 2012. Efisiensi dan Nilai Keberlanjutan Usahatani Sayuran Dataran Tinggi di Provinsi Jawa Barat. Disertasi S3, Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id