Analisis Penentuan Komoditas Unggulan Dalam Pengembangan Kawasan Agropolitan di Kabupaten Aceh

Muhammad Iqbal, Ismayani Ismayani, Romano Romano

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komoditas unggulan yang bisa dijadikan sebagai kebijakan dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Indrapuri adalah kecamatan yang sudah tercantum dalam “ Qanun Kabupaten Aceh Besar No. 4 Tahun 2013 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Aceh Besar Tahun 2012-2032 ” sebagai Kawasan Strategis Kabupaten Agropolitan dengan dibantu hinterland dan memiliki potensi dikelima sub-sektor pertanian. Oleh sebab itu, diperlukannya pengindetifikasian komoditas unggulan menggunakan analisa LQ dengan memanfaatkan data luas panen dan produksi di Kecamatan Indrapuri. Komoditas unggulan dipilih berdasarkan hasil perhitungan LQ>1 , yang diindentifikasi sebagai komoditas basis. Berdasarkan hasil penelitian komoditas unggulan berdasarkan luas panen adalah padi, jagung, semangka, jeruk besar, jambu biji, nenas, nangka, sawo, papaya, salak, manggis, melinjo, cabai merah, kacang panjang, terong, cabai rawit, kopi, pala, pinang, kapuk, kemiri, lada, sagu, aren, dan tembakau. Sedangkan, berdasarkan panen adalah padi, jagung, timun, semangka, jeruk besar, nangka, sawo, pisang, manggis, melinjo, cabai merah, kacang panjang, terong, kopi, pala, pinang, kapuk, kemiri, lada, sagu, aren, dan tembakau, kolam (berdasarkan tempat budidaya), sapi dan ayam ras. Tetapi, tidak ditemukan sektor industri hulu-hilir disetiap sub-sektor pertanian sehingga, Kecamatan Indrapuri belum bisa dikatakan sebagai kawasan agropolitan sepenuhnya

 

Kata kunci: komoditas unggulan, LQ, Agropolitan.

 

Abstract. This research aims to analyze the superior commodities that could serve as policy in the development area of Indrapuri Subdistrict agropolitan in Aceh Besar District. Indrapuri subdistrict is already mentioned in the  Regulation of Aceh Besar Regency No. 4 in 2013 “The Arrangement of Space Order Plan  (RTRW – Rencana Tata Ruang Wilayah) Aceh Besar Regency in 2012-2032”  as Strategy Area District of Agropolitan which assisted the hinterland and have the potential in fifth agricultural subsector. Therefore, it needed the identification of the superior commodities using Location Quotient (LQ) analysis by utilizing the extensive harvest data and production in Indrapuri Subdistrict. The superior commodities were chosen based on the results of the calculation of the LQ > 1, which identificated as a commodity base. Based on the results of superior commodities in  broad commodity crop is rice, corn, watermelon, grapefruit, guava, pineapple, jackfruit, sawo,  papaya, salak, mangosteen, melinjo, red chilli, long beans, eggplant, cayenne, coffee, nutmeg, pinang, kapuk, candlenut, pepper, sago, sugar palm and tobacco. Whereas, on the basis of the harvesting is rice, corn, cucumber, watermelon, grapefruit, sawo, banana, mangosteent, melinjo, red chilli, long beans, eggplant, coffee, nutmeg, kapuk, candlenut, pepper, sago, sugar palm and tobacco, pond (based on farming), cow and broiler livestock. However, However Indrapuri can not be said to be fully agropolitan because , the industrial sector is not found in every upstream-downstream on each sub-sector agricultural.

 

Keywords: superior commodities, LQ, Agroplitan


Keywords


Kata kunci: komoditas unggulan, LQ, Agropolitan; Keywords: superior commodities, LQ, Agroplitan

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2011. Aceh Besar Dalam Angka. Badan Pusat Stastitik (BPS) Kabupaten Aceh Besar. Aceh.

Bappeda Provinsi Jawa Timur. 2011. Pedoman Umum Pengembangan Kawasan Agropolitan Provinsi Jawa Timur Tahun 2011, Provinsi Jawa Timur.

Buang, A., A. Habibah, J. Hamzah dan Y. S. Ratnawati. 2011. The Agropolitan Way of Re-Empowering The Rural Poor. World Applied Sciences Journal 13 : 1-6.

Oksatriandhi, B. dan E. B. Santoso. 2014. Identifikasi Komoditas Unggulan di Kawasan Agropolitan Kabupaten Pasaman. Jurnal Teknik Pomits 3 : 2337-3539.

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. 2004. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRWK) Aceh Besar. Jantho. Aceh.

Ramadhan, S., A. Arida., Agussabti. 2017. Pengembangan Agribisnis Padi di Kecamatan Indrapuri Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Universitas Syiah Kuala 2 : 220-231.

Rumajomi, H.B. 2011. Pengembangan Model Kebijakan Kawasan Agropolitan Berbasis Agribisnis Peternakan yang Berkelanjutan di Kabupaten Jayapura. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Saputra, M. F. Y., 2011. Analisis Wilayah Sentra Produksi (Unggulan) Komoditi Unggulan Pertanian Terpilih dalam Lingkup Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan. Universitas Andalas, Padang.

Surdiadikusumah, A., N. D. Talkuputra., E, Amelina, . 2011. Rancangan Pengembangan Kawasan Agropolitan Berdasarkan Karakteristik Lahan di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmu- Ilmu Hayati dan Fisik 13 : 47-57.

Suyitman, S.H., C. Sutjahjo., Herison. Muladno. 2009. Status Keberlanjutan Wilayah Berbasis Peternakan di Kabupaten Situbondo untuk Pengembangan Kawasan Agropolitan. Jurnal Agroekonomi 27 : 165-191.

Syahroni, M. 2005. Analisis Strategi Pengembangan Komoditas Unggulan Agribisnis di Kabupaten Dompu Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tesis. Program Pasca Sarjana Manajemen dan Bisnis IPB, Bogor.

Warner, M. 2002. Social Capital Construction and Role of The Local State. Journal Rural Sociology 64 : 373-393.

Warpani, S. 1984. Analisis Kota dan Daerah. Institut Teknologi Bandung, Bandung.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id