Karakteristik Organoleptik Timphan Kering Beku

Chainuriza Annisa Fitri, Nida El Husna, Dewi Yunita

Abstract


Abstrak. Timhpan merupakan kue tradisional khas Aceh berbahan dasar tepung ketan dan memiliki masa simpan singkat (2-3 hari). Pembuatan timhpan instan merupakan salah satu cara untuk memperpanjang masa simpan timpan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembuatan timphan instan terhadap karakteristik organoleptik. Rancangan percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial yang terdiri dari 3 faktor, perlakuan pendahuluan (pembekan dan tanpa pembekuan), rasio kelapa kukur dan air (2 : 1 dan 1 : 1) dan waktu pengeringan (36 dan 48 jam). Produk yang dihasilkan dianalisis dengan uji skor dan uji pasangan. Hasil penelitian menunjukkan warna dengan skor 3.21 (bagus), tekstur (penampakan) dengan skor 2.00 (sedang), dan aroma dengan skor 3.39 (bagus). Dari hasil uji pasangan pada timphan diperoleh bahwa 73% panelis menyatakan tidak ada perbedaan warna dan rasa, 67% panelis menyatakan terdapat perbedaan tekstur, 80% panelis menyatakan tidak ada perbedaan aroma antara timphan instan dengan timphan tanpa instanisasi.

 

Abstract. Timphan is an Acehnese traditional cake made from glutinous rice flour and has a short shelf life (2-3 days). The production of instant timphan is one of the ways to extend the shelf life of timphan. This research was aimed to examine the effect of instant timphan toward organoleptic characteristic. Randomized block design was used as experimental design with 3 factors which were preliminary treatment (freezing and non-freezing), grated coconut and water ratio (2 : 1 and 1 : 1), and drying time (36 and 48 hours). The product was analysed by scoring test and pairing test (sensory characteristics). The results of this study showed the scoring test of color was 3.39 (good), the texture was 2.00 (neutral), and the aroma was 3.39 (good). The results of pairing test of timphan showed 73% of panelist stated no difference in color and taste, 67% of panelist stated difference in texture, and 80% of panelist stated no difference in aroma sensory between instant timphan and original timphan.


Keywords


Timphan, rehidrasi, instan, kering beku; rehidration, instant, freeze dried.

Full Text:

PDF

References


Astuti, S.M. 2009. Teknik Pengaturan Suhu dan Waktu Pengeringan Beku Bawang Daun (Alliam fistulosum L.). Buletin Teknik Pertanian. 4(1): 17-22.

Cahyono, M.A dan Sudarminto, S.Y. 2015. Pengaruh Proporsi Santan dan Lama Pemanasan Terhadap Sifat Fisiko Kimia dan Organoleptik Bumbu Gado-Gado Instan. Jurnal Pangan dan Agroindustri 3(3): 1095-1106.

Erungan, A.C., Bustamil, I dan Alui, N.Y. 2005. Analisis Pengambilan Keputusan Uji Organoleptik dengan Metode Multi Kriteria. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Febriyanti, I dan Setyowati, A. 2014. Sifat Fisik Instan Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.) dengan Berbagai Rasio Penambahan Gum Arab dan Maltodekstrin dari Ekstrak Hasil Maserasi. Jurnal Agrisains 3(1): 12-22.

Heriana, B. M., Rohani, A. F. dan Afriani, S. M. 2012. Teknik Pengeringan Sediaan Farmasi (Drying Method of Pharmaceutical Form). Jurnal Farmasi. 13(3).

Setyaningsih, D., Anton, A dan Maya, P.S. 2010. Analisis Sensori untuk Industri Pangan dan Agro. IPB Press, Bogor.

Winarno, F.G. 2002. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id