Analisis Total Flavonoid dan Vitamin C pada Beberapa Jenis Mentimun (Cucumis sativus L)

Azis Azis, Yusya' Abubakar, Novia Mehra Erfiza

Abstract


Abstrak. Mentimun (Cucumis sativus L) merupakan salah satu jenis tanaman merambat yang termasuk kedalam jenis sayuran dari keluarga Cucurbitacea. Mentimun mengandung  flavonoid dan vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan dan anti-kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total flavonoid dan vitamin C pada beberpa jenis mentimun yang ditanaman di Aceh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari satu faktor, yaitu jenis mentimun (T) yang terdiri dari 4 taraf yaitu T1= mentimun biasa, T2= mentimun watang, T3= mentimun wuku,dan T4= mentimun suri. Kombinasi perlakuan ini adalah 4 taraf dengan 3 kali ulangan. Analisis yang dilakukan ialah total flavonoid, total vitamin C dan pH. Dari hasil analisis diperoleh bahwa mentimun biasa memiliki kandungan total flavonoid 0,85 mgQE/ml, mentimun watang 0,58 mgQE/ml, mentimun wuku 7,22 mgQE/ml dan mentimun suri 2,02 mgQE/ml.  Mentimun biasa mengandung vitamin C sebesar 10,33 mg/100 g bahan, mentimun watang 8,80 mg/100 g bahan, mentimun wuku 8,80 mg/100 g bahan dan mentimun suri 19,90 mg/100 g bahan, sedangkan nilai pH yang diperoleh mentimun biasa 6,21, mentimun watang 6,13, mentimun wuku 6,22 dan mentimun suri 4,69. Kandungan total flavonoid tertinggi diperoleh pada jenis mentimun wuku dan vitamin C tertinggi diperoleh pada jenis mentimun suri. 

Analysis Total of Flavonoid and Vitamin C on Several of Cucumber (Cucumis sativus L)

AbstractCucumber (Cucumis sativus L) is belong to group of vegetables from the Cucurbitacea family. Cucumber contains flavonoids and vitamin C which have functions as antioxidant and anti-cancer. The aims of this study were to determine the total flavonoids and vitamin C in several types of cucumbers planted in Aceh. This research uses non factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting one factor,  (i.e cucumber T) with 4 levels i.e T1 = regular cucumber, T2 = watang cucumber, T3 = wuku cucumber, and T4 = suri cucumber. The combination of these treatments were 3 replications. The parameters observed were total flavonoids, total vitamin C and pH. The results showed that the reguler cucumber, has flavonoid content of 0,85 mg / QEml, watang cucumber 0,58 mg / QEml, wuku cucumber 7,22 mg / QEml and suri cucumber 2,02 mg / QEml. Reguler cucumber containts of vitamin C 10,33 mg/100 g material, watang cucumber 8,80 mg/100 g material, wuku cucumber 8,80 mg/100 g material and suri cucumber 19,90 mg/100 g material. Reguler cucumber has pH 6,21, watang cucumber 6,13, wuku cucumber 6,22, and suri cucumber 4,69.. The highest total flavonoid content was obtained from wuku cucumber, and the highest total of vitamin C was obtained from suri cucumber. 


Keywords


Mentimun; Flavonoid; Vitamin C; pH ;Cucumber; Flavonoid; Vitamin C; pH

Full Text:

PDF

References


Aina, M., dan Dawam, S. 2014. Uji Kualitatif Vitamin C Pada Berbagai Makanan dan Pengaruhnya Terhadap Pemanasan. Artikel Penelitian

Aisyah, Y., dan Syarifa. R. 2012. Pangan Fungsional. Modul Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Unversitas Syiah Kuala.

Arifa, R.N., Syafutri, M. I., Lidiasari, E. 2014. Perbedaan Umur Panen Buah Timun Suri (Cucumis melo I) Serta Formulasi Santan Kelapa dan Susu Terhadap Karakteristik Es Krim. Jurnal Apliksai Teknologi Pangan 3(4): 141-151.

Calado, J. C. P., Paula, A. A., Erica, A. D. O., Mario, H. S. L., Alexandra, C. H. F. S., dan Mario, C. M. 2015. Flavonoid Content and Antioxidant Activity in Fruits, Vegetables and Other Types of Food. Agricultural Sciences 6: 426-435.

Grotewold, E. 2006. The Science of Flavonoid. Springer, USA.

Nerdy. 2017. Determination of Vitamin C in Several Varieties of Melon Fruits by Titrastion Method. Jurnal Natural 17(2): 118-121.

Rukmana, S. 2007. Komposisi Kimia Sayur dan Buah. Penebar Swadaya, Yogyakarta

Silaban, D, S., Erna, P, dan Endang, S. 2013. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Kandungan Total Asam, Kadar Gula Serta Kematangn Buah Terung Belanda (Cyphomandra betacea Sent.). Buletin Anatomi dan Fisiologi 21(1): 55-63.

Sumpena. 2001. Budidaya Ketimun. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sumpena, U. 2008. Budidaya Mentimun Intensif, Dengan Mulsa, Secara Tumpang Sari. Penebar Swadaya, Jakarat.

Sunarjono, H., dan Rita, R. 2012. Timun Suri dan Blewah. Penebar Swadaya, Jakarta.

Syed, D. N., Adhami, V. M., Khan, N., Khan, M.I., dan Mukhtar, H. 2016. Exploring the Molecular Targets of Dietary Flavonoid Fisetin in Cancer. Semin Cancer Biol. 40-41: 130-140.

Wijoyo, P. 2012. Potensi Pemasaran Hasil Pertanian. Kanisius, Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id