Variasi Pasta dan Essence Kakao Pada Proses Pembuatan Sabun Cair

Dedi Fahrozi, Heru Prono Widayat, Ismail Sulaiman

Abstract


Abstrak. Penggunaan essence dan pasta kakao sebagai bahan utama pembuatan sabun cair yang mengandung theobromin  dan phenethylamin dapat menghasilkan efek fisiologi bagi tubuh manusia yaitu aphrodisial (rasa senang). Kandungan yang terdapat dalam kakao memiliki banyak manfaat bagi kulit, misalnya berfungsi untuk menjaga kelembutan, melembapkan, mengencangkan, mengangkat sel-sel kulit mati, memperhalus kulit.Tujuan penelitian yaitu untuk mempelajari pembuatan sabun mandi dalam bentuk cair dengan penambahan kakao dan minyak kakao sebagai flavour dan essence sehingga dapat menambah nilai ekonomis yang tinggi dari produksinya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 1 (satu) faktor, yaitu perbadingan Konsentrasi Pasta Kakao (C) dan Konsentrasi Essence Kakao (M), dengan 3 (tiga) taraf  30% : 70% (A), 50% : 50% (B), dan 70% : 30% (C) dimana setiap perlakuan dilakukan 2 kali ulangan. Pada tahap ini, formulasi yang terpilih dari pembuatan sabun mandi cair  dibandingkan antara yang satu dengan yang lainnya. Analisis yang dilakukan meliputi analisa pH, uji mikroba dan uji organoleptik. Secara keseluruhan, sabun cair dengan taraf perbandingan B (50% : 50%) menjadi sabun yang paling disukai panelis dengan nilai 4,3 untuk tekstur, 4,2 untuk aroma dan 4,2 untuk warna.

 

Abstract. The use of essence and cocoa paste as the ingredient of liquid soap which containing theobromin and phenethylamin can produce physiological effects for the human body that is give the feeling of aphrodisial. The content contained in cocoa has many benefits for the skin, for example serves to maintain softness, moisturize, tighten, remove dead skin cells, soften the skin. The purpose of this research is to study the making of bath soap in liquid form with the addition of cocoa paste and essence so that can add high economic value from its production. This research was conducted by using Randomized Non-Factor Complete (RAL) design consisting of 1 (one) factor, ie Comparison of Cocoa Pasta Concentration and Cocoa Essence Concentration, consisting of 3 (three) levels 30%: 70% (A), 50%: 50% (B), and 70%: 30% (C) where each treatment was performed twice repeated. At this stage, the selected formulation of liquid bath soap production is compared to each of formulas. The analysis included pH analysis, microbial test and organoleptic test. Overall, the liquid soap with a B (50% : 50%) ratio of soap was the most preferred panelist choice with 4.3 for texture, 4.2 for aroma and 4.2 for color.


Keywords


pasta kakao; essence kakao; sabun cair ; cocoa paste; cocoa essence; liquid soap

Full Text:

PDF

References


Andreas, H. 2009. Membuat Sabun 2 Laporan Ilmiah. http://id.scribd.com. Diakses pada tanggal 20 Februari 2016.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1996. Mutu dan Cara Uji Sabun Mandi. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Jakarta.

Fahmitasari, Y. 2004. Pengaruh Penambahan Tepung Karagenan Terhadap Karakteristik Sabun Mandi Cair, Skripsi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Fardiaz, S. 1989. Mikrobiologi Pangan. PAU Pangan dan Gizi. IPB, Bogor.

Istiqomah dan Nofrima, N. 2005. Pemanfaatan Minyak Goreng Bekas dan Soda Q Sebagai Bahan Baku dalam Pembuatan Sabun Cair. Laporan Penelitian Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id