Keefektifan Campuran Ekstrak Bawang Putih dan Daun Mimba untuk Mengendalikan Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Hardika Azmi Solin, Muhammad Sayuthi, Alfian Rusdy

Abstract


Keefektifan Campuran Ekstrak Bawang Putih dan Daun Mimba untuk Mengendalikan Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck)

Abstrak. Keong mas merupakan salah satu hama utama pada pertanaman padi yang menyerang sejak dari pembibitan sampai tanaman berumur 1 bulan. Tumbuhan yang berpotensi sebagai molusisida nabati untuk mengendalikan keong mas antara lain umbi bawang putih (Allium sativum L) dan Mimba (Azadirachta indica Juss). Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan konsentrasi yang efektif dari campuran  ekstrak bawang putih dan daun mimba dalam mengendalikan keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 6 tingkatan perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali sehingga didapat 24 percobaan. Aplikasi  Ekstrak Bawang Putih, Daun mimba dan Niclosan dilakukan dengan cara di masukkan  ke dalam  ember  perlakuan dengan konsentrasi ekstrak bawang putih 1 g/10 ml aquades, ekstrak daun mimba 1 g/10 ml aquades, ekstrak bawang Putih 0,5 g + Ekstrak daun mimba 0,5 g/10 ml aquades, ekstrak bawang Putih 0,25 g + ekstrak daun mimba 0,75 g/10 ml aquades, ekstrak bawang putih 0,75 g + ekstrak daun mimba 0,25 g/10 ml aquades dan Niclosamida 0,5 ml/10 ml aquades. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi campuran ekstrak bawang putih dan daun mimba serta niclosan berpengaruh terhadap mortalitas keong mas, penghambatan makan dan kecepatan waktu kematian Persentase mortalitas keong mas tertinggi terdapat pada perlakuan tunggal 1 g ekstrak daun mimba sebesar 95,31% dan terendah pada perlakuan tunggal 1 g ekstrak bawang putih. Persentase penghambatan makan tertinggi terdapat pada perlakuan tunggal 1 g ekstrak bawang putih dan yang terendah pada perlakuan campuran  0,75 g ekstrak bawang putih dan 0,25 g ekstrak daun mimba, sedangkan Kecepatan waktu kematian keong mas setelah aplikasi perlakuan tunggal 1 g ekstrak bawang putih lebih cepat dibandingkan dengan perlakuan lainnya, kecuali pada perlakuan Niclosan. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi tunggal ekstrak daun mimba lebih efektif dibandingkan aplikasi secara campuran.

Efektivitas Garlic Extract dan Mimba Daun Campuran ke Control Emas Siput ( Pomacea canaliculata Lamarck)

Abstrak . Emas bekicot adalah salah satu hama utama pada tanaman padi yang menyerang sejak proses penanaman sampai tanaman 1 bulan usia. Beberapa tanaman yang memiliki potensi untuk menjadi moluskisida nabati untuk menangani siput emas adalah Bawang putih ( Allium sativum L) dan Mimba ( Azadirachta indica Juss). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsentrasi efektif dari campuran ekstrak bawang putih dan mimba daun untuk menangani siput emas ( Pomacea canaliculata Lamarck). Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial terdiri dari 6 tingkatan pengobatan dan diulang jumlah total 4 kali dan yang mengakibatkan 24 percobaan. Penerapan Garlic Extract, Mimba Daun dan Niclosan dilakukan dengan menempatkan mereka dalam ember pengobatan dengan ekstrak konsentrat bawang putih 1 g / 10 ml air suling, mimba ekstrak daun 1 g / 10 ml air suling, bawang putih ekstrak 0,5 g + mimba daun ekstrak 0,5 g / 10 ml air suling, bawang putih ekstrak 0,25 g + mimba daun ekstrak 0,75 g / 10 ml air suling, bawang putih ekstrak 0,75 g + mimba daun ekstrak 0,25 g / 10 ml air suling dan Niclosamida 0,5 ml / 10 ml air suling . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan bawang putih dan mimba ekstrak daun serta niclosan mempengaruhi kematian, para hambatan makan dan waktu kecepatan kematian siput emas. Persentase kematian tertinggi dari siput emas adalah dalam pengobatan tunggal 1g dari mimba ekstrak daun yang sebesar 95,31% dan persentase terendah dalam pengobatan tunggal 1g ekstrak bawang putih. Persentase tertinggi hambatan makan adalah pada pengobatan tunggal 1g ekstrak bawang putih dan persentase terendah dalam pengobatan campuran tambahan 0,75 ekstrak bawang putih dan 0,25g dari mimba ekstrak daun, sedangkan waktu kecepatan kematian siput emas setelah penerapan perlakuan tunggal 1g ekstrak bawang putih lebih cepat dibandingkan dengan perawatan lainnya, kecuali pada niclosan pengobatan. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa satu aplikasi dari mimba ekstrak daun lebih efektif dibandingkan dengan penerapan pengobatan campuran.


Keywords


Ekstrak bawang putih; ekstrak daun mimba; Pomacea canaliculata L; molusisida nabati; Garlic Extract; Mimba Leaves Extract; vegetable molluscicide

Full Text:

PDF

References


Ahmed, A.E. dan A.O Abdelbagi. 2014. Evalution of the fumigant action of garlic (Allium

sativum) Aqueous extract against the cowpea Seed weevil callosobruchus

maculatus, F. Journal of agricultural research. Vol 2 (2) : 71-82.

Amin, Z. A., T. Wardhani dan S. Pratamaningtyas. 2016. Pengaruh metode maserasi jazzar dan balatif dalam memperoleh ekstrak air daun mindi (Melia azedarach L.) sebagai insektisida botani pada ulat grayak (Spodoptera litura F.). J. Ilmu-ilmu Pertanian AGRIKA. 10 (2): 110-121.

Ardiansyah, Wiryanto dan E. Mahajoeno. 2002. Toksisitas ekstrak daun mimba (Azadirachta indica A. Juss) pada anakan siput murbei (Pomacea canaliculata L.). Biologi FMIPA. Universitas Surakarta.

Astuti, U.P.,T. Wahyuni dan B. Honorita. 2013. Petunjuk Teknis Pembuatan

Pestisida Nabati. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian. Bengkulu. 70

Hlm.

Benchawattananon, R., dan U. Boonkong. 2006. The toxicity of leave crude extract from neem tree (Azadirachta indica Juss.) and Garlic (Allium sativum L.) on mortality rate of golden apple snail (Pomacea sp.). 32nd Congress on Science and Technology of Thailand. Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok.

Budianto D. 2003. Kebijaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi peningkatan produktivitas padi terpadu di Indonesia. Prosiding Lokakarya pelaksanaan program peningkatan Produktivitas Padi Terpadu (P3T). Puslitbangtan. Bogor.

Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan. 2008. Luas serangan siput murbei pada

tanaman padi tahun 1997 – 2006, Rerata 10 tahun dan dahun 200T. Direktorat

Jendral Tanaman Pangan. Jakarta.

Djojosumarto, P. 2000. Tehnik Aplikasi Pestisida Pertanian. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Gomez, K. A., dan A.A. Gomez. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Alih Bahasa: E. Syamsuddin dan J.S. Baharsya, Universitas Indonesia. Jakarta.

Hatimah, S dan W Ismail, 1989. Penelitian Pendahuluan Budidaya Siput Mas (Pomacea sp). Bull. Penel. Perik. Darat. Jawa Barat. 8(1) Mei:37-46.

Isnaningsih N.R dan R. M Marwoto. 2011. Keong hama Pomacea di Indonesia : Karakter

morfologi dan sebarannya (Mollusca, Gastropoda: Ampullariidae). Berita biologi 10 (4).

Keawjam, R.S. 1986. The apple snail of thailand; distibution, habitat and sheel morphology malacogical review 19 ; 61-81.

Latip, S.N. H, M.F Keni dan R. Rosli. 2017. Antifeedant activities of neon seed extracts for controlling golden apple snail, Pomacea canaliculata. The Social Sciences. Vol 12 (2): 294-298.

Martono B, E. Hadipoentyanti dan L. Udarno. 2004. Plasma nutfah insektisida nabati. balai penelitian tanaman rempah dan obat. Perkembangan Teknologi TRO Vol 16 No. 1.

Massaguni, R dan S.N.H Md Latip. 2012. Neem Crude Extract as Potential Biopesticide for controlling Golden Apple Snail, Pomacea canaliculata. Additional information is available at the end of the chapter. Intech.

Massaguni, R dan S.N.H Md Latip. 2015. Assessment the moluscicidal properties of azadirachtin against golden apple snail, Pomacea canaliculata. J. Malaysian of Analytical Sciences. 19 (4) : 781 – 789.

Muhni, 2003. Uji toksisitas serbuk bitung (Barringtonia acutangula) Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh (Tidak dipublikasi)

Munawar. 2015. Keefektifan beberapa molusisida nabati terhadap mortalitas keong mas (Pomacea canaliculata L.). Skripsi. Banda Aceh: Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala..

Nurtiati, Hamidah, dan T. Widya, 2001. Pemanfaatan bionsektisida ekstrak daun Azadirachta Indica A. Juss. Sebagai pengendali hayati ulat daun kubis Plutella xyclostella. J. MIPA. 6 (1).

Novizan, 2002. Membuat dan Memanfaatkan Pestisida Ramah Lingkungan PT Agromedia Pustaka. Jakarta.

Panjaitan, J.R, dan Silalahi, 1992. Petunjuk Pengendalian dan Pemanfaatan Siput Murbei di Indonesia Balai Proteksi Tanaman Pangan I Sumatera Utara.

Pitojo, S. 1996. Petunjuk Pengendalian dan Pemanfaatan Keong Mas PT Trubus Agriwidya, Ungaran.

Prijono, D. 1999. Bahan Pelatihan Pengembangan dan Pemanfaatan Insektisida Alami. Pusat kajian Pengendalian Hama Terpadu Institut Pertanian Bogor. Bogor. 82-86 Hlm.

Prijono, D. 2003. Teknik Ekstraksi, Uji Hayati dan Aplikasi Senyawa Bioaktif Tumbuhan, Panduan bagi Pelaksana PHT Perkebunan Rakyat. Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. 62 Hlm.

Port, G. 2000. Bawang Putih Membuat Siput Lari. Copyright@ 2002 PT Kompas Cyber Media.

Robinson, T. 1995. Kandungan organik tumbuhan tingkat tinggi. K. Pidawinata. Penerjemah. ITB. Bandung.

Rusdy, A. 2010. Pengaruh pemberian ekstrak bawang putih terhadap mortalitas

keong mas. J. Floratek. Vol. 5 : 172-180.

Schumutterer, H. 1990. Properties and Potential of Natural Persticides from Neem Tree. Azdirachta indica. Ann. Rev. Entomol. 35: 271-291.

Septiana, L. 2016. Pengaruh konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji

mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) terhadap mortalitas hama keong

emas (Pomacea sp.). Fakultas Pertanian. Universitas Lampung.

Subiakto, S. 2002. Pestisida Nabati Pembuatan dan Pemanfaatan. Balai Penelitian Tanaman Hortikultura.

Suharto, H dan N. Kurniawati. 2009. Keong mas, dari hewan peliharaan menjadi hama

utama padi sawah. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Sukrasno dan T. Lentera . 2003. Mimba Tanaman Obat Multifungsi. Pt. Agromedia.

Depok.

Yusa, Y., N Sugiuera dan T. wada. 2006. Predatory potential of freshwater animals on an

invasive agricultural pest, the apple sail Pomacea canaliculata (Gastropoda:

Ampullariidae), in Southern Japan. Biological Invasions 8, 137-147.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id