Pengaruh Penambahan Limbah Pulp Kopi dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu Bokasi

Donny Heansyah Putra, Murna Muzaifa, Irfan irfan

Abstract


Abstrak : Bokasi adalah pupuk organik yang dapat dibuat menggunakan bahan atau limbah organik seperti kotoran hewan, abu sekam, serbuk gergaji dan dedak. Pada daerah penghasil kopi seperti Dataran Tinggi Gayo – Kabupaten Aceh Tengah, pulp kopi merupakan limbah yang sangat potensial untuk dijadikan sebagai bahan baku dalam pembuatan bokasi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT). Petak utama adalah persentase pulp kopi (A) yang terdiri dari 4 taraf yaitu: A1 =0%, A2 = 15%, A3 = 30%, dan A4 = 45%. Anak petak adalah lama fermentasi (F) yang terdiri dari 3 taraf yaitu F1 = 0 hari, F2 = 10 hari,  dan F3 = 16 hari. Bokasi dibuat dengan penambahan mikroorganisme lokal (MOL) sebanyak 2.5% yang dibuat dari limbah buah pepaya, pisang dan air cucian beras. Analisis total mikroba, temperatur, unsur N, dan uji pertumbuhan tanaman dilakukan pada masing-masing satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah pulp kopi dapat dimanfaatkan dalam pembuatan bokasi hingga proporsi 30% dari jumlah bahan baku bokasi. Hal ini dapat dilihat dari tingginya jumlah mikroba (21,30 CFU/ml), unsur N (1.19%), unsur C, Rasio C/N, Temperatur, Ph, dan suhu akhir fermentasi bokasi (31.53oC). Selain itu, berdasarkan uji pertumbuhan tanaman, proporsi ini juga lebih baik dibandingkan dengan satuan percobaan lainnya, bokasi standard, maupun top soil.

THE EFFECT OF ADDITION OF COFFEE PULP AND OLD FERMENTATION ON QUALITY OF BOKASI

 Abstract : Bokashi is an organic fertilizer that can be made using organic materials or wastes such as animal waste, husk ash, sawdust and bran. In coffee-producing areas like the Gayo Highlands - Central Aceh District, coffee pulp is a potential waste to be used as a raw material for bokashi making. This research used Split Plot Design. The main plot was the percentage of coffee pulp (A) consisting of 4 levels which were A1 = 0%, A2 = 15%, A3 = 30%, and A4 = 45%. The subplot was the fermentation length (F) consisting of 3 levels which were F1 = 0 days, F2 = 10 days, and F3 = 16 days. Bokashi was made with the addition of local microorganisms (MOL; 2.5%) which was made from papaya fruit waste, banana and rice washing water. Total microbial analysis, temperature, N elements, and plant growth test were performed on each experimental unit. The results showed that coffee pulp waste can be utilized in bokashi making up to 30% proportion of bokashi raw material amount. This can be seen from the high number of microbes (log 21,30 CFU/ml), N elements (1.19%), elements C, Ratio C/N, pH, temperatur and the final temperature of bokashi fermentation (31.53 °C). In addition, based on plant growth test, this proportion is also better than other unit of experiment, standard bundle, and top soil.

 


Keywords


Pulp Kopi, Kopi Arabika, Kopi Gayo, Bokasi

References


DAFTAR PUSTAKA

Adinata, A. 1995. Teknologi Effective Microorganism-4 (EM-4) dan Pembuatan Bokashi. Badan Penelitian dan Latihan Pertanian Kayu Ambon, Departemen Pertanian, Jakarta.

Apriyantono A, Fardiaz D, puspitasari NL, Yasni dan Budijanto S. 1989. Petunjuk Laboratorium Analisi Pangan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Pusat antar Universitas Pangan dan Gizi. IPB, Bogor.

Braham, J. E dan Bressan, R 1979. Coffe Pulp Composition Teknology and Utilzation. IDRE, Ottawa .

Crawford JH. 2003. Composting of agricultural waste. Biocycle 42 (10) : 68-77

Fahmi,R. 2016. Pengaruh Proporsi Ampas Bubuk Kopi Dan Lama Fermentasi Terhadap Mutu Bokasi. Skripsi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Hanifah, Kemas Ali, 2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah. PT. Radja Grifindo.

ICO, 2013. All Exporting Countries Total Production Crop Years. England: International Coffee Organization (ICO).

Indriani ,Y. H. 2000. Membuat kompos secara kilat. PT. Penebar Swadaya, Jakarta

Indriani, Y. H. 2002. membuat kompos secara singkat. PT. Penebar swadaya, Jakarta.

Irianto HE, Giyatmi S. 2002. Teknologi Pengolahan Hasil Perairan. Universitas Terbuka, Jakarta.

Maridhi,D. 2016. Pengaruh Proporsi Ampas Sagu Dan Penambahan Tepung Tulang IkanTerhadap Mutu Bokasi. Skripsi Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Mawardi, S. 1991. Botani Kopi Dalam Bahan Pelatihan Teknik Budidaya Dan Pengolahan Kopi. Pusat Penelitian Perkebunan, Jember.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id