Pengaruh Bahan Pengisi Kemasan Terhadap Kerusakan Fisik Pada Buah Pepaya (Carica papaya L.) Selama Transportasi Laut.

Muazzimi Muazzimi, Kiman Siregar, Bambang Sukarno Putra

Abstract


Abstrak.  Salah satu ciri komoditas hortikultura termasuk pepaya adalah sifatnya yang mudah rusak (perishable) seperti mudah busuk dan mudah susut bobotnya karena kulitnya yang tipis dan daging buahnya yang lunak. Dari hasil penelitian kerusakan fisik yang yang terendah terdapat pada alat transportasi kapal cepat dengan perlakuan bahan pengisi kemasan yang menggunakan bahan pengisi daun pisang kering, dan dari hasil uji BNT bahan pengisi yang bagus adalah daun pisang kering, dikarenakan daun pisang kering berbentuk lentur dan suhu dari daun pisang kering tersebut netral. Susut bobot setelah transportasi yang paling sedikit terjadinya kehilangan pada kapal lambat dengan perlakuan tanpa bahan pengisi, hanya sedikit selisih dengan alat transportasi kapal cepat bahan pengisi daun pisang kering.Nilai vitamin C yang tertinggi adalah 11,6 yang diperoleh pada perlakuan kapal cepat dengan bahan pengisi styrofoam. Tingkat kesukaan panelis terhadap rasa dan warna pada perlakuan kapal lambat dengan bahan pengisi styrofoam, sedangkan nilai terendah ada pada perlakuan kapal lambat tanpa bahan pengisi, rasa dan warna sangat berhuhungan sehingga nilai tertinggi terdapat pada perlakuan yang sama dan juga hasil terendah.

The Influence of Packaging Fillers on Physical Damage to Papaya Fruits (Carica papaya L.) During Sea Transport

Abstract. One characteristic of horticultural commodities including papaya is its perishable nature as it is easy to rot and easily shrinks its weight due to its thin skin and soft flesh. From the result of the research, the lowest physical damage was found in fast ship transportation by the treatment of packing material using dry banana leaf filler, and from the BNT test the good filler was dried banana leaf, due to dry banana leaf-shaped bending and temperature from Dry banana leaves are neutral. Weight loss after transport with the least loss of slow-moving vessels with no filler treatment, only slight difference with the rapid vessel transport filling of dried banana leafs.The highest vitamin C value was 11.6 obtained in the treatment of fast vessels with fillers Styrofoam. The panelist's favorite level of taste and color in the treatment of slow vessels with styrofoam fillers, while the lowest values are in slow ship treatment without fillers, the flavors and colors are highly respected so that the highest value is in the same treatment and also the lowest yield.


Keywords


Pepaya; Kerusakan buah; Kapal; Papaya, Fruit damage, Ship

References


Gardjito, M. Wardana, Agung S. 2003. Hortikultura, Teknik Analisis Pasca Panen. Transmedia Global Wacana, Yogyakarta

Pantastico, E.R.B. 1989. Fisiologi Pascapanen Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan sayur-sayuran tropik dan subtropik . Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Soekarto, S.T.. 1981. Penilaian Organoleptic Pusat Pengembangan Teknologi Pangan. IPB-Press, Bogor.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id