Analisis Penggunaan Lahan Basah Eksisting Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kawasan Peri Urban Kota Banda Aceh (Studi Kasus: Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar)

Desra Sahputra, Muhammad Rusdi, Sugianto Sugianto

Abstract


Abstrak. Penyimpangan penggunaan lahan sangat sering terjadi terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW). Daerah pinggiran kota merupakan wilayah yang banyak mengalami perubahan penggunaan lahan terutama perubahan penggunaan lahan pertanian menjadi non pertanian. Adapun tujuan penelitian untuk menganalisis tingkat keselarasan penggunaan lahan basah eksisting di Kecamatan Darul Imarah berdasarkan RTRW. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan teknik survai. Sedangkan analisis data spasial menggunakan SIG dengan konsep extract, overlay dan reclassify. Hasil kajian menunjukkan sebesar 583,94 ha (86,68%) sawah eksisting di kawasan kajian telah selaras dengan RTRW dan yang tidak selaras yaitu sebesar 0,15 ha (0,02%). Sementara 89,57 ha (13,3%) sawah eksisting lainnya ditemukan belum selaras dengan RTRW Kabupaten Aceh Besar tahun 2012-2032.

The Use of Existing Wetland Analysis Based On Spatial Planning in Peri Urban Area in Banda Aceh (Case study: Darul Imarah Subdistrict Aceh Besar Regency)

Abstract. The deviation of land use is very frequent happened to spatial planning. Suburban areas are areas which undergo many changes in land use, especially changes in the use of agricultural land to non-agricultural. The purpose of the research is to analyze the aligned level of the existing wetland use in Darul Imarah sub-district based on spatial planning. The method used in this research was descriptive method with survey technique. While the spatial data analysis was using GIS with extract, overlay and reclassify concept. The result of the study showed that 583.94 ha (86.68%) of the existing fields in the study area were aligned with the RTRW and the non-aligned ones were 0.15 ha (0.02%). Meanwhile, 89.57 ha (13.3%) of other existing rice fields had not been aligned with the spasial planning of Aceh Besar Regency in 2012-2032.


Keywords


Lahan basah; wilayah peri-urban; RTRW; SIG; Wetland; peri-urban area; spatial planning; GIS

Full Text:

PDF

References


BPS Kabupaten Aceh Besar. 2016. Kabupaten Aceh Besar dalam Angka 2016. BPS Kabupaten Aceh Besar. Aceh.

Eko, T dan Rahayu, S. 2012. Perubahan penggunaan lahan dan kesesuaiannya terhadap RDTR di wilayah peri-urban studi kasus: Kecamatan Mlati. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. 8 (4): 330‐340.

Khadiyanto, P. 2005. Tata Ruang Berbasis pada Kesesuaian Lahan. Universitas Diponegoro, Semarang.

Lubis, S., Suprayogi, A dan Hani’ah. 2013. Kesesuaian rencana tata ruang wilayah (RTRW) dengan penggunaan lahan Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan Semarang Timur. Jurnal Geodesi Undip. 2 (2): 13-22.

Pemerintah Republik Indonesia. 2007. Undang-undang No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang.

Pemerintah Republik Indonesia. 2008. Peraturan Pemerintah No. 26 Tahun 2008 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional.

Qanun Kabupaten Aceh Besar No.4. 2013. Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Aceh Besar Tahun 2012-2032. Bappeda Kabupaten Aceh Besar. Jantho, Aceh.

Rahayu, S. 2009. Kajian konversi lahan pertanian di daerah pinggiran Kota Yogyakarta bagian Selatan (Studi kasus di sebagian daerah Kecamatan Umbulharjo). Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. 5: 365‐372.

Rusdi, M., Roosli, R dan Ahamad, M.S.S. 2015. Land suitability evaluation for settlement based on soil bearing capacity in Banda Aceh, Indonesia. Advances in Environmental Biology. 53-57.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id