Reduksi Volume Limpasan Air Hujan Menggunakan Sumur Resapan dengan Konsep Zero Runoff System (ZROS) di Gampong Laksana Kota Banda Aceh

khadijah khadijah, Ichwana Ichwana, Syahrul Syahrul

Abstract


Abstrak. Genangan permukaan atau banjir dapat ditangani salah satunya dengan memperbesar peresapan air kedalam tanah menggunakan sumur resapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah sumur resapan yang diperlukan dalam upaya pengurangan genangan. Penelitian ini diawali dengan survei kawasan, pengumpulan data tinggi muka air tanah dari sumur galian, data curah hujan dan data klimatologi selama periode 2006–2015, penentuan luas penutupan secara digitasi menggunakan aplikasi Google Earth Pro dan luas atap dibagi berdasarkan rumus Sturgess. Berdasarkan data curah hujan harian Kota Banda Aceh, perhitungan intensitas hujan rancangan periode ulang 5 tahun sebesar 33,951 mm/jam, sehingga menghasilkan debit banjir rancangan 1,706 m3/detik. Rata-rata tinggi muka air tanah pada kawasan ini sebesar 54,7 cm pada musim penghujan, dengan  nilai permeabilitas rata-rata tanah sebesar 11,932 cm/jam. Sumur resapan dirancang dengan  kedalaman 1,5 m, dengan diameter 1,4 m. Penggunaan sumur dihitung berdasarkan 2 tipe, yaitu A (dinding sumur ber-lining) dan B (dinding tak ber-lining) pada masing-masing kelas atap. Total luas tadah hujan atap 14,93 Ha hasil digitasi dibagi atas 12 kelas berdasarkan rumus Sturgess, yaitu: kelas 1 (18-158 m2), kelas 2 (159-299 m2), kelas 3 (300-440 m2), kelas 4 (441-581 m2), kelas 5 (582-722 m2), kelas 6 (723-863 m2), kelas 7 (864-1004 m2), kelas 8 (1005-1145 m2), kelas 9 (1146-1286 m2), kelas 10 (1287-1427 m2), kelas 11 (1428-1568 m2) dan kelas atap yang terakhir kelas 12 (1569-1709 m2). Semakin luas bidang tadah (atap) maka kebutuhan akan sumur resapan juga akan semakin besar. Total luas tadah hujan atap (14,93 Ha) sekurang-kurangnya membutuhkan ± 1.618 sumur tipe A, dan ± 1.316 tipe B yang dapat mereduksi limpasan air hujan sebesar 32,53 % (tipe A) dan 53,58 % (tipe B) dari debit banjir total Gampong Laksana.

Reduced Volume of Rainfall Runoff by infiltration Well with Zero Runoff System Concept (ZROS) in Laksana Town of Banda Aceh

Abstract. Surface run-off can be handled one of them by enlarging the infiltration of water into the soil using absorption wells. This study aims to determine the number of absorbing wells needed in the effort to reduce the puddle. The study begins with a survey of the area, groundwater level data collection of excavated wells, rainfall data and climatological data during the period 2006-2015, the determination of the digitized closure area using the Google Earth Pro application and the area of the roof divided according to the Sturgess formula. Based on the daily rainfall data of Kota Banda Aceh, the calculation of the rain intensity of the 5 year re-design period is 33,951 mm /hour, resulting in flood discharge of 1,706 m3/ sec. The average groundwater level in this area is 54,7 cm in the rainy season, with an average permeability of 11,932 cm/hour. The absorption well is designed with a depth of 1.5 m, with a diameter of 1.4 m. The use of wells is calculated based on 2 types, namely A (well lining wall) and B (non-lining wall) in each roof class. Total rainfed area 14,93 Ha result of digitasi divided into 12 classes based on Sturgess formula, namely: class 1 (18-158 m2), class 2 (159-299 m2), grade 3 (300-440 m2), grade 4 (Grade 441-581 m2), grade 5 (723-862 m2), grade 7 (864-1004 m2), grade 8 (1005-1145 m2), grade 9 (1146-1286 m2) ), Class 10 (1287-1427 m2), grade 11 (1428-1568 m2) and the last class of class 12 (1569-1709 m2). The larger the field of cistern (roof) then the need for absorption wells will also be greater. The total rainfed area of 14,93 hectares requires at least ± 1.618 wells of type A, and ± 1.316 type B which can reduce rainfall runoff by 32,53% (type A) and 53,58% (type B) from the discharge The total flood of Gampong Laksana.



Keywords


Aliran permukaan; Intensitas hujan; Sumur resapan; Permeabilitas; Run-off, Rainfall, Infiltration wells

References


Iriani, K., A. Gunawan, dan Besperi. 2013. Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan untuk Konservasi Air Tanah di Daerah Permukiman (Studi Kasus di Perumahan Rt. II, III, Dan IV Perumnas Lingkar Timur Bengkulu). Jurnal Inersia. 5: 1.

Kamiana, I.M. 2011. Teknik Perhitungan Debit Rencana Bangunan Air. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Kusnaedi. 2011. Sumur Resapan untuk Permukiman Perkotaan dan Pedesaan. Penebar Swadaya, Jakarta.

SNI No. 03-2453-2002. 2002. Tata Cara Perencanaan Sumur Resapan Air Hujan Untuk Lahan Pekarangan, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

Sunjoto, 2011. DEA-Outline Teknik Drainase Pro Air. UGM, Yogyakarta.

Suripin, 2002. Pelestarian Sumber Daya Tanah dan Air. Andi, Yogyakarta.

Suripin, 2004. Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan. Andi, Yogyakarta.

Wesli. 2008. Drainase Perkotaan. Graha Ilmu, Yogyakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id