Analisis Kemampuan Petani Terhadap Penyediaan Sarana Produksi Pada Tanaman Padi dan Cabai Di Kabupaten Aceh Besar

Razi Fonna, Widya Wati, Suyanti Kasimin

Abstract


Kemampuan petani dalam menyediakan sarana produksi yang meliputi benih, pupuk, dan pestisida pada tanaman padi dan cabai di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian dilakukan di Desa Lam Asan Kecamatan Kuta Baro dan Desa Ladong Kecamatan Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemampuan petani terhadap penyediaan sarana produksi pada tanaman padi dan cabai  dan cara petani memenuhi sarana produksi di Kabupaten Aceh Besar yang diukur dengan metode analisis deskriptif kualitatif dengan asas 4 tepat yaitu tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, dan tepat harga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan asas 4 tepat, tingkat kemampuan petani terhadap penyediaan sarana produksi pada tanaman padi yaitu terdapat 4 responden atau sebanyak 26.67 % belum mampu menyediakan sarana produksi pada asas tepat jumlah dan mampu menyediakan kebutuhan sarana produksi berdasarkan asas tepat waktu, tepat jenis, dan tepat harga. Sedangkan 11 responden atau sebanyak 77.33 % mampu menyediakan sarana produksi berdasarkan asas tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis dan tepat harga. Pada tanaman cabai yaitu terdapat 9 responden atau sebanyak 60 % belum mampu menyediakan sarana produksi pada asas tepat jumlah dan mampu menyediakan kebutuhan sarana produksi berdasarkan asas tepat waktu, tepat jenis, dan tepat harga. Sedangkan 6 responden atau sebanyak 40 % mampu menyediakan sarana produksi berdasarkan asas tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis dan tepat harga. Cara responden memenuhi kebutuhan penyediaan sarana produksi berupa benih, pupuk, dan pestisida pada tanaman padi telah memadai dengan cara responden memilih mencari bantuan dengan persentase 66,67 % dalam memenuhi kebutuhan penyediaan sarana produksi, mencari informasi dengan persentase 20 % dan pasrah dengan persentase 13,33 %. Cara reponden memenuhi kebutuhan sarana produksi pada tanaman cabai juga telah memadai dengan cara responden  memilih mencari bantuan dengan persentase 80 % dalam memenuhi kebutuhan penyediaan sarana produksi, mencari informasi dengan persentase 13,33  % dan pasrah dengan persentase 6,67 %


Keywords


Kemampuan; Sarana Produksi; Padi; Cabai; Ability; Production Facilities; Rice; Chili

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Alifia, 2017. Penerapan Sistem Agribisnis Pada Usahatani Padi di Kecamatan Purwodadi Kabupaten Grobogan. Skripsi Fakultas Ekonomi. UNDIP. Semarang.

Arifin, 2004. Analisis Ekonomi Pertanian Indonesia. Kompas. Jakarta.

Hidayati, 2015. Analisis Faktor Sarana Produksi. Kanisius. Yogyakarta.

Kariyasa, K. 2007. Analisis Keunggulan Komperatif dan Insentif Tanaman Pangan di Sumatera Utara. Jurnal Penelitian Bidang Ekonomi. Vol. 6 No. 1, Juni 2007: 1 -116. Program Studi Ilmu Ekonomi Program Pasca Sarjana Universitas Sriwijaya Palembang.

Maryam, A., A. D. Susila, dan J. G.Kartika. 2008. Pengaruh Jenis Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Panen Tanaman Sayuran di dalam Netheuse. Makalah Seminar Departemen Agronomi dan Hortikultura. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Margono. 2004. Metodelogi Penelitian Pendidikan. Rineka Cipta. Jakarta.

Moleong, L.J. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Mubyarto, 2004. Pengantar Ekonomi Pertanian. LP3ES. Jakarta.

Mustabsir. 2017. Evaluasi Ketersedian Sarana dan Prasarana Pertanian Dalam Mendukung Ketahanan Pangan. Di Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/04/2007 tentang rekomendasi pemupukan untuk tanaman padi di Provinsi Aceh.

Purwono, L dan Purnamawati. 2007. Budidaya Tanaman Pangan. Penerbit Agromedia. Jakarta.

Robbins, Stephen P. & A. Judge, Timothy (2011). Organizational behavior. Fourteenth Edition. Pearson education. New Jersey 07458. 77-89.

Rosliani, R. dan N. Sumarni. 1998. Pemupukan NPK pada Tumpangsari Tanaman Bawang Merah dengan Cabai Merah. Lembang.

Said E. Gumbira-dan A. Haritz Intan. 2001. Manajemen Agribisnis, Jakarta, Ghalia Indonesia.

Samekto, R.. 2006. Pupuk Kandang. PT. Citra Aji Parama. Yogyakarta.

Sanborn, M.D.; Cole, D.; Abelsohn, A.; Weir, E. 2002. Identifying and Managing Adverse Environmental Health Effect : 4. Pesticides. Canadian Medical Association J.

Samsudin. 2009. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Ramah Lingkungan. http:/www. pertaniansehat.or.id/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=134. (Diakses 10 April 2019).

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor yang mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kelima : Penerbit CV. Alfabeta: Bandung.

Vadyanita, V,. A. F. 2016. Kinerja Birokrasi dalam Penyaluran Sarana Produksi. Ilmu Sosial dan Politik. Malang.

Yani, (2013). Persepsi Anggota terhadap Peran Kelompok Tani dalam Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Teknologi Budidaya Belimbing. Universitas Terbuka. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id