Pengaruh Aplikasi Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) Untuk Pengolahan Limbah Air Lindi (Leachate) Secara Aerobik Terhadap Kualitas Air

Sischa Anisa, Darwin Darwin, Muhammad Yasar

Abstract


Abstrak.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pengolahan air lindi (leachate) dengan proses aerob menggunakan aplikasi reaktor biofilm dan reaktor tanpa biofilm untuk mengurangi bahan pencemar pada lindi. Penimbunan sampah yang dilakukan setiap harinya di tempat pembuangan akhir (TPA) dapat menimbulkan masalah bagi lingkungan sekitarnya, dengan terbentuknya air lindi (leachate). Lindi yang terinfiltrasi akan mencemari air tanah. Pengolahan leachate sampah dilakukan secara fisika, kimia atau biologi tergantung pada karakteristik lindi. Kurangnya kandungan oksigen terlarut akan menghambat proses biodegradasi sehingga kandungan zat organik lindi akan meningkatmaka dilakukan uji coba pengolahan air lindi dengan teknologi aerasi menggunakan biofilm atau sistem pertumbuhan melekat MBBR untuk menurunkan kandungan bahan pencemar. Pengolahan dilakukan selama 10 hari olah menggunakan sistem kontinu, membandingkan reaktor tanpa biofilm (kontrol), reaktor MBBR menggunakan media k1 (kaldness) sebagai filter dan tempat melekatnya mikroorganisme serta reaktor MBBR  menggunakan arang  tempurung kelapa sebagai absorban. Volume yang digunakan 5 liter lindi untuk setiap reaktor. Dari pengolahan yang dilakukan diperoleh penurunan BOD adalah  64%, 73%, dan 75%; COD adalah mengalami kenaikan 8%, 14,3%, dan 35,8%; TKN adalah 44,44%, 56,73%, dan 75,7%, Fe adalah 9,041mg/l (influent); 8,033 mg/l; 9,0543 mg/l dan 5,053 mg/l.

The Effect of Application Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR) To Leachate Wastewater Treatment Aerobically To Water Quality

Abstract. This study aims to determine the effectiveness of leachate with aerobic processes using biofilm reactors and reactors without biofilms to reduce pollutants in leachate. The landfill that is carried out every day in the landfill (TPA) can cause problems for the surrounding environment, with the formation of leachate (leachate). Infiltrated leachate will contaminate ground water. Processing of waste leachate is done in physics, chemistry or biology depending on leachate characteristics. Lack of dissolved oxygen will inhibit the biodegradation process so that the content of leachate organic matter will increase, then a trial of leachate treatment with aeration technology is carried out using a biofilm or MBBR's inherent growth system to reduce the pollutant content. Processing was carried out for 10 days using a continuous system, comparing the reactor without biofilm (control), the MBBR reactor using k1 (kaldness) as a filter and the attachment of microorganisms and the MBBR reactor using coconut shell charcoal as absorbent. The volume used is 5 liters of leachate for each reactor. From the processing carried out obtained a decrease in BOD is 64%, 73%, and 75%; COD has increase by8%, 14.3%, and 35.8%; TKN is 44.44%, 56.73%, and 75.7%, Fe is 9.041mg/l (influent); 8.033 mg / l; 9.0543 mg /l and 5.053 mg /l.

 

 


Keywords


MBBR; Aerobik; Lindi; MBBR; Aerobic; Leachate

References


Abuzar,S.S. dkk. 2012. Koefisien Transfer Gas (K1a) pada proses aerasi menggunakan Tray Aerator Bertingkat 5 (lima). Jurnal Teknik Lingkungan UNAND 9 (2) : 15 155-163 (Juli 2012).

Aziz, S.Q., H.A. Aziz, M.S. Yusoff , M.J.K Bashir, M. Umar. 2010. Leachate characterization in semi-anaerobik and anaerobic sanitary landdills: A comparative study, Journal of Environmental Management, 91:2608-2614.

Budiman. 2006. Pengantar Kesehatan Lingkungan. EGC, Jakarta.

Burke, D.A. 2010. Dairy Waste Anaerobic Digestion Handbook Option for Recovering Beneficial Product from Diary Manure. Olympia, WA: Enviromental Energy Company.

Djajadiningrat AH.Wisjnusuprapto. 1991. Bioreaktor Pengolahan Limbah Cair. JurusanTeknik Lingkungan. FakultasTeknikSipildanPerencanaan. ITB, Bandung.

Hungtae, R.E. 1966. The Rumen and its Microbe. Department of Bacteriology.Academic Press. New York.

Hunt, B., 1996. Fine Bubble. Mechanical Aeration” Woodard & Curran.

Kusumawati, T. 2012. Kajian Degradasi Air Tanah Dangkal Akibat Air Lindi (Leachate) Di Lingkungan Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo Surakarta. Tesis. Program Pasca Sarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

Mays, L. W. 1996. Water Resources Handbook. McGraw Hill, NewYork.

Moertinah, S., 2010. Kajian Proses Anaerobik Sebagai Alternatif Teknologi Pengolahan Air Limbah Industri Organik Tinggi. Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri, 1(2), pp.104-114.

Pohland, F.G dan S.R. Harper. 1985. Critical Review and Summary of Leachate and Gas. Production from Landfills U.S Environmental Protection Agency, Ohio.

Qdais, A. dan A.A. Alsheiradeh. 2008. Kinetics of solid waste biodegradation in laboratory lysimeters. Jordan Journal of Civil Engineering, 2 (1):20-25.

Said, N.I. and Hartaja, D.R.K. 2018. Pengolahan air lindi dengan proses biofilter anaerob-aerob dan denitrifikasi. Jurnal Air Indonesia, 8(1).

Siregar, S.A. 2005. Instalasi Pengelolaan Air Limbah.Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Umaly, R.C. dan Ma L.A. Cuvin. 1988. Limnology: Laboratory and field guide,Physico-chemical factors, Biological factors. National Book Store,Inc. Publishers. Metro Manila.322p.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id