Pengaruh Jenis Ekstrak dan Konsentrasi ZPT Orgsnik dalam Peningkatan Viabilitas Benih Kedelai (Glycine max L.) Kadaluarsa

Heru Septiadi, Nanda Mayani, Trisda Kurniawan

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis ekstrak dan konsentrasi ZPT organik dalam peningkatan viabilitas benih kedelai kadaluarsa. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Benih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Penelitian berlangsung dari bulan Agustus sampai September 2018. Penelitian ini  menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan tiga kali ulangan. Faktor yang diteliti ada dua faktor yaitu faktor jenis ekstrak dan konsentrasi. Faktor jenis ekstrak terdiri dari 3 taraf yaitu ekstrak jagung, ekstrak tomat, dan air kelapa. Faktor kedua yaitu konsentrasi yang terdiri dari 3 taraf yaitu, 20%, 40% dan 60%. Parameter yang diamati adalah daya berkecambah, kecepatan tumbuh, keserempakan tumbuh, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata antara jenis ekstrak zpt organik dengan konsentrasi yang berbeda dalam peningkatan viabilitas benih kedelai kadaluarsa. Pada parameter daya berkecambah, kecepatan tumbuh, dan keserempakan tumbuh nilai terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi ekstrak jagung 20%. Sedangkan pada berat kering kecambah normal nilai terbaik diperoleh pada perlakuan konsentrasi ekstak tomat 60%.

The Effect Of Extrac Type and Concentration Of Organic PGR by Increasing Viability to Expired Soybean Seeds (Glycine max L.)

Abstrac. This research aims to study the effect of the type of extract and concentration of organic PGR to increase viability of expired soybean seeds. This research was conducted at the Seed Science and Technology Laboratory of the Agrotechnology Study Program at the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh. This research had been conducted from August to September 2018. This study used a completely randomized design (CRD) factorial pattern with three replications. The factors studied were two factors: extract type and concentration. The type of extract factor consists of 3 levels namely corn extract, tomato extract, and coconut water. The second factor is the concentration consisting of 3 levels 20%, 40% and 60%. The parameters observed were germination, growth speed, simultaneous growth, and normal sprout dry weight. The results showed that there was no significant interaction between the types of organic PGR extract with different concentrations. On the germination power parameters, growth speed, and growing similarity of the best values were obtained in the combination treatment of 20% corn extract concentration. While the normal sprout dry weight of the best values were obtained in the combination treatment of 60% tomato extract concentration. 


 


Keywords


Ekstrak; Konsentrasi; Tanaman kedelai

Full Text:

PDF

References


Abidin, Z. 1993. Dasar-Dasar Tentang Zat Pengatur Tumbuh. Penerbit Angkasa. Bandung.

BPS. 2015. Produksi kedelai menurut provinsi (ton), 19932015. http://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/871(akses 17 maret 2018).

Damiska, S., R. S. Wulandari dan H. Derwati. 2015. Penambahan ragi dan ekstrak biji jagung terhadap pertumbuhan tunas manggis secara invitro. Hutan Lestari, 3(1): 35-42.

Fatimah, S. N. 2008. Efektivitas air kelapa dan leri terhadap pertumbuhan tanaman hias bromelia (Neoregelia carolinae) pada media yang berbeda. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Gardner FP, RB Pearce, RI Mitchell. 1991. Fisiologi tanaman budidaya. (Diterjemahkan oleh: Susilo H). Universitas Indonesia Press, Jakarta.

Gunawan, A. 2004. Invigorasi benih bengkuang (Pachyrrhizus erosus L.) kadaluarsa dengan teknik hydropriming menggunakan air kelapa muda dan pengaturan lama inkubasi. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Halimursyadah., Hasanuddin., dan M.Nasution. 2003. Invigorasi benih hortikultura kadaluarsa melalui teknik organik priming. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Halimursyadah., Jumini., dan Muthiah. 2015. Penggunaan organik priming dan periode inkubasi untuk invigorasi benih cabai merah (Capsicum annum L.) kadaluarsa pada stadia perkecambahan. J. Floratek. 10 (2): 78-86.

Hasanah, M. 2002. Peran mutu fisiologis benih dan pengembangan industri benih tanaman industri. Jurnal Litbang Pertanian, 21 (3) 84-91.

Hasbianto, A. 2012. Pemodelan penyimpanan benih kedelai pada sistem penyimpanan terbuka. Tesis. Institut Pertanian Bogor.

Justice OL dan LN Bass. 2002. Prinsip dan praktek penyimpanan benih. Roesli R, penerjemah. Jakarta (ID): Grafindo Persada. Terjemahan dari: Principles and Practices of Seed Storage. 446 p.

Kartasapoetra, A,G. 2003. Teknologi Benih. Jakarta. PT. Rineka Cipta Raharja, P. C. 1998 Kultur jaringan teknik perbanyakan tanaman secara modern. Swadaya, Jakarta.

Miranda, C. D. 1999. Studi inkorporasi air kelapa (Cocoa nucifera) dalam proses matriconditioning dan tingkat vigor benih terhadap viabilitas benih kedelai (Glycine max L. (Merrill). Skripsi. Fakultas Pertanian Unsyiah Syiah Kuala, Banda Aceh.

Suhaeni, N. 2007. Petunjuk praktis menanam kedelai. NUANSA. Bandung.

Suwarno, F.C., dan I. Hapsari. 2008. Studi alternatif substrat kertas untuk pengujian viabilitas benih dengan metode uji UKDdp. Buletin Agronomi (36) (1) 84-91.




DOI: https://doi.org/10.17969/jimfp.v4i2.11137

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id