Pengaruh Dosis Kompos dan Pemangkasan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench)

Syarifah Silma Agusti, Rika Husna, Erida Nurahmi

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis kompos dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan dan Laboratorium Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, dari bulan Mei sampai Agustus 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 4x2 dengan 3 ulangan dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur taraf  5% pada hasil uji F yang signifikan. Faktor pertama adalah dosis kompos dengan 4 taraf yaitu: 0, 75, 150, dan 225 g.polibag-1. Faktor kedua adalah pemangkasan dengan 2 taraf yaitu: pemangkasan dan tanpa pemangkasan. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter pangkal batang, jumlah buah per tanaman, panjang buah, total berat buah per tanaman, berat berangkasan basah, dan Indeks panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, perlakuan dosis kompos berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman umur 45 HST dan berpengaruh nyata pada umur 60 HST. Pertumbuhan tanaman okra terbaik terdapat pada dosis kompos 225 g.polibag-1. Pemangkasan berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman umur 60 HST, parameter pertumbuhan dan hasil terbaik terdapat pada perlakuan pemangkasan. Kombinasi perlakuan terbaik antara dosis kompos dan pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman okra terdapat pada dosis kompos 225 g. polibag-1 dengan pemangkasan.

The Effect of Compost Dosage and Pruning on Growth and Yield of Okra Plants (Abelmoschus esculentus L. Moench)

Abstract. This study aims to determine the effect of compost dosage and pruning on the growth and yield of okra plants. This research was conducted at the Experimental Garden and Horticulture Laboratory of the Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam Banda Aceh, from May to August 2018. This study used a Randomized Block Design (RBD) factorial pattern 4x2 with 3 repetation and continued with a 5% Honest Real Difference test on a significant F test result. The first factor was compost dosage with 4 levels, namely: 0, 75, 150, and 225 g.polibag-1. The second factor is pruning with 2 levels, namely: pruning and non- pruning. The parameters observed were plant height, stem base diameter, number of fruits per plant, fruit length, and total fruit weight per plant, wet strength weight, and harvest index. The results showed that the treatment of compost dosage had a very significant effect on plant height of 45 HST and had a significant effect on the age of 60 HST. The best growth of okra plants is in compost dosage 225 g. Polyibag-1. Pruning has a significant effect on plant height at 60 HST, growth parameters and the best result is in pruning treatment. The best combination of treatment between compost dosage and pruning on the growth and yield of the okra plant is in compost dosage 225 g. polybag-1 with pruning.


Keywords


kompos;pemangkasan,tanaman okra;compost;pruning;okra plants;

Full Text:

PDF

References


Amin, I. M. 2011. Nutritional properties of Abelmoschus esculentus as remedy to manage diabetes mellitus : A literatire review. International Conference on Biomedical Engineering and Technologi. IACSIT Press. Singapore.

Djunaedi, A. 2009. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Bokashi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Universitas Trunojoyo. Madura.

Erwiyono. 1994. Pengaruh pemberian pupuk kandang dan aerasi terhadap mutu kompos limbah organik pabrik kertas. Jurnal Mikrobiologi Indonesia. Vol.2. (3). Pusat Penelitian Bioteknologi Perkebunan Bogor.

Firoz, Z. A. 2009. Impact of nitrogen and phosphorus on the growth and yield of okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) in hill slope condition. Bang. J. Agril. Res.34 (4): 713-722.

Gardner, F. P., R.B Pearce dan R. L. Mitchell. 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press. Jakarta.

Ginting, R. C. B., R. Sarawati dan E. Husen. 1996. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Balai Besar Litbang Sumber Daya Lahan Pertanian. Bogor.

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. PT. Mediyatama Sarana Perkasa. Jakarta.

Khan, N. A. M. Khan., H. R. Ansyari dan Samiullah. 2002. Auxin and defoliation effects on photosynthesis and ethylene evolution in mustard. J. Scientia Horicultura. 96 (2002): 43-51.

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. P.T. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Lim, T. K. 2012. Edible Medicinal and Non- Medicinal Plants : Fruits. Springer Science and Business Media B.V. 3 pp. 160.

Mariana, P., R. Sipayung, M. Sinuraya. 2012. Pertumbuhan dan pengaruh produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) dengan pemberian vermikompos dan urine domba. Jurnal Online Agroekoteknologi 1. (1): 15 hlm.

Mas’ud, P. 1993. Telaah Kesubura Tanah. Angkasa. Bandung.

Nadira, S., B. Hatidjah dan Nuraeni. 2009. Pertumbuhan dan hasil tanaman okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) pada perlakuan pupuk dekaform dan defoliasi. J. Agrisains 10 (1): 10-15.

Nyanjang, R., A. A. Salim, Y. Rahmiati. 2003. Penggunaan Pupuk Majemuk NPK 25-7-7 terhadap Peningkatan Produksi Mutu pada Tanaman Teh Menghasilkan di tanah Andisol. PT. Perkebunan Nusantara XII Prosiding Teh.

Suminarti, E. N. 2000. Pengaruh Jarak Tanam dan Defoliasi Daun terhadap Hasil Tanaman Jagung ( Zea mays) Varietas Bisma. Erlangga. Jakarta.

Sutedjo, M. M. 2010. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.

Tamtomo, F. S, Rahayu dan A. Suyanto. 2015. Pengaruh aplikasi kompos jerami dan abu sekam padi terhadap produksi dan kadar pati ubi jalar. Jurnal Agrosains. 12 (2):1-7.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id