Pengaruh Dosis Kompos dan Pupuk KCl Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum)

iswardani iswar, Marai Rahmawati, Mardhiah Hayati

Abstract


Abstrak. Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) merupakan tanaman pangan yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Kompos adalah bahan organikk yang dapat memperbaiki sifat fisika, biologi dan kimia tanah. Pupuk KCl dapat membantu dalam pembesaran umbi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis kompos dan pupuk KCl serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman talas. Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan II dan Laboratorium Fisiologi Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Darussalam Banda Aceh, yang dilaksanakan pada bulan Maret sampai Agustus  2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Pola Faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Adapun faktor yang diteliti adalah dosis kompos dengan 3 taraf  yaitu 20, 30 dan 40 ton ha-1 dan dosis pupuk KCl dengan 3 taraf yaitu 200, 300, dan 400 kg ha-1. Parameter yang diteliti yaitu tinggi tanaman dan jumlah daun pada umur 2, 4, 6, 8, 10, dan 12 MST, diameter batang pada umur 12 MST, bobot berangkasan basah, bobot berangkasan kering, bobot umbi basah, jumlah umbi dan diameter umbi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji F, dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis kompos berpengaruh nyata terhadap  jumlah daun tanaman talas  pada umur 2 dan 10 MST, bobot umbi segar, dan jumlah umbi tanaman talas. Pertumbuhan dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada dosis kompos 40 ton ha-1. Dosis pupuk KCl berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman talas umur 2 MST, jumlah daun tanaman talas umur 4 MST, bobot berangkasan basah, bobot umbi basah dan jumlah umbi tanaman talas,. Pertumbuhan tanaman talas terbaik dijumpai pada dosis pupuk KCl 300 kg ha-1 dan hasil tanaman talas terbaik dijumpai pada pada dosis pupuk KCl 400 kg ha-1.

The Effect Of Compost and KCl fertilizer on the Growth and Yield of Taro Plants (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum)  

Abstract. Talas (Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum) is a food crop that can be used by the community. KCl fertilizer can help in enlarging tubers. The purpose of this study was to determine the effect of fertilizer and KCl fertilizers and interactions on growth and yield of taro plants. This research was conducted at Experimental Garden II and Laboratory of Plant Physiology, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala Darussalam University, Banda Aceh, which was held from March to August 2018. The design used in this study was a Factorial 3 x 3 Randomized Group Design with 3 replications. The factors examined were compost doses with 3 levels, namely 20, 30 and 40 tons ha-1 and KCl fertilizer dosages with 3 levels, namely 200, 300, and 400 kg ha-1. The parameters studied were plant height and number of leaves at 2, 4, 6, 8, 10, and 12 MST, stem diameter at age 12 MST, wet weighted weight, dry weighted weight, wet tuber weight, number of tubers and tuber diameter. The data obtained were analyzed using the F test, followed by the LSD test at the level of 5%. The results showed that compost dosage was as significant as the number of leaves of taro plants at age 2 and 10 MST, weight of fresh bulbs, and the number of taro tubers. Growth and yield of taro plants at a temperature level of 40 tons ha-1. The results showed that the dose of KCl fertilizer significantly affected the height of taro plants aged 2 MST, the number of leaves of taro plants aged 4 MST, wet weighted weight, weight of tubers and the number of taro tubers, and not even on plant heights of 4, 6 8, 10, and 12 MST, number of leaves aged 2, 6, 8, 10 and 12 MST, stem diameter, dry weight, and tuber diameter of taro plants. The best growth of taro plants when the fertilizer dose of KCl 300 kg ha-1 fertilizer and the results of the best taro plants found at the time of heating KCl 400 kg ha-1 fertilizer.

The Effect Of Compost and KCl fertilizer on the Growth and Yield of Taro Plants

(Colocasia esculenta L. Schott var. Antiquorum


Keywords


Dosis; KCl; Kompos; Talas; Dose; Taro

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Anwar, S. dan U. Sudadi. 2013. Kimia Tanah. IPB Press. Bogor.

Biotrop. 2013. South East Asian Regional Centre for Tropical Biology Invasive Alien Species. https://www.biotrop.org. [1 Maret 2018].

Budiyanto, S. 2009. Dukungan iptek bahan pangan pada pengembangan tepung lokal. Buletin Pangan. 54(18): 55-67.

Corwin, E. J. 2007. Buku Saku Patofisiologi. Kedokteran EGC. Jakarta.

Hidayat, A. A. A. 2006. Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Aplikasi Konsep

dan Proses Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta.

Febrinugroho, 2009. manfaat abu sekam padi. http:// febrynugroho. wordpress.co/2009/ 04/3manfaat-abu-sekam-padi/. ( 14 April 2018).

Irawan, D., Idwar. I. dan Murniati. 2017. Pengaruh pemupukan N, P dan K terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah (Allium ascalonicum. L) varietas bima Brebes dan Thailand di tanah Ultisol. Jurnal Online Mahasiswa Pertanian Universitas Riau. 4(1): 2.

Lubis, L. W. K. dan Suwarto. 2018. Pengaruh jarak tanam dan dosis pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan produksi talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium (L.)). Buletin Agrohorti. 6(1): 87-89.

Mulyono. 2014. Membuat Mol dan Kompos dari Sampah Rumah Tangga. PT. Agro Media Pustaka. Jakarta.

Nagano, M. dan Duminarti. 2015. Respon tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var. antiquorum) pada berbagai jumlah frekuensi pemberian air. Life Science. 5(3). 340.

Nagano, M., S. Sunaryo dan N. E. Suminarti. 2016. Studi tentang aplikasi kompos UB pada pertumbuhan dah hasil tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) yang ditanaman di lahan kering pada musim kemarau. Life Science. 7(4): 570-572.

Onwueme, I. C. 1978. The Tropical Tuber Crops. Jhon Willey & Sons, New York.

Prana, M. S. 2002. Studi Biologi Pembungaan pada Talas (Colocasia esculenta (L.) Schott). Biodiversitas. 8(1): 63.66.

Pratiwi, S. H. 2014. Pertumbuhan dan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var. Antiquorum) pada berbagai ukuran umbi dan jumlah daun. Tesis. Program Pasca Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.

Putra, S. dan P. Kardisi. 2011. Pengaruh pupuk kalium terhadap peningkatan hasil ubi jalar varietas Narutokintoki di lahan sawah. Jurnal Agrin. 15(2): 133-140.

Pradana, R. E., N. Rahmawati dan Martati. 2016. Pengaruh pemberian pupuk organikk terhadap pertumbuhan dan produuksi ubi jalar ungu (Ipomea batatas L.). Jurnal Agroekoteknologi. 4(4) : 2215-2216.

Prawinata W.S., Harran dan Tjondronegoro. 1981. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Departemen Botani IPB. Bogor.

Prihmantoro, H. dan Y. H. Indriani. 2003. Hidroponik Sayuran Semusim untuk

Hobi dan Bisnis. Penebar Swadaya. Jakarta.

Purwono dan P. Heni. 2007. Budidaya 8 jenis Tanaman Pangan Unggul. Penebar Swadaya. Bogor.

Setyorini, D., S. Rasti dan A. Kosman. 2006. Kompos. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Bogor.

Richana, N. 2012. Ubi Kayu dan Ubi Jalar. Nuansa Cendikiawa. Bandung.

Rulina, D. 2010. Pengaruh pemberian dosis pupuk kalium dan macam cara peletakan stek terhadap pertumbuhan dan hasil ubi jalar (Ipomoea batatas (L.) Lam.). Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret. Surakarta.

Sarwono. B. 2005. Ubi Jalar. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sitepu, R. 2007. Respon pertumbuhan dan produksi tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) terhadap pupuk kalium dan paklobutrazol. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.

Sitompul, D. R. 2018. Pengaruh dosis pupuk kandang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil Tanaman talas. Skripsi. Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Sukaryorini dan Arifin, 2007. Pengaruh modelling macam tanaman terhadap nilai erosi di lahan pertanian. Pertanian Mapeta. 2(9): 96-100.

Suminarti, N. E. 2010. Pengaruh pemupukan N dan K pada pertumbuhan dan hasil tanaman talas yang ditanam di lahan kering. Agrosia. 13 (1): 1-7.

Suminarti, N. E. dan Nagono. 2015. Upaya peningkatan hasil tanaman talas (Colocasia esculenta (L.) Schott var Antiquorum) pada lahan kering melalui aplikasi kompos sampah kota. Life Science. 2(2): 100-109.

Suwahyono, U. 2014. Cara Cepat Buat Kompos dari Limbah. Penebar Swadaya. Jakarta.

Taufiq, A. 2002. Status P dan K lahan kering tanah alfisol pulau Jawa dan Madura serta optimasi pemupukan untuk tanaman kacang tanah. Prossiding Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan Komisariat Daerah Himpunan Ilmu Tanah Indonesia. 16-17 Desember. 94-103.

Tangkoonboribun, R., S. Ruaysoongnern. P. Vityakon. B. Toomsan. M. S. Rao. 2007. Effect of organikc ameliorants to improve soils using sugarcane as a model. XXVI Congres International Society of Sugar Cane Technologists.. Durban. South Africa.

Wahyana, E., H. M. Anshar. dan A. Ete. 2017. Dinamika tumbuhan tanaman bawang merah (Allium cepa L. Kelompok Agregatum) varietas lembah palu dengan pemberian pupuk organikk dan interval pemberian air sistem springkel. Jurnal Agroland. 24(1): 84.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id