Karakteristik Pengeringan Serai Dapur (Cymbopogon citratus L.) Menggunakan Tray Dryer Berdasarkan Proses Blanching yang Berbeda

Achyar Fadsy, Bambang Sukarno Putra, Ratna Ratna

Abstract


Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik pengeringan serai dapur menggunakan alat pengering Tray Dryer berdasarkan perlakuan blanching yang berbeda untuk produksi bubuk serai. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan perlakuan tanpa blanching, blanching dengan uap, dan blanching dengan air panas. Parameter penelitian meliputi suhu lingkungan, kelembaban udara, kecepatan aliran udara, pengukuran bobot selama pengeringan, pengukuran kadar air selama pengeringan, laju pengeringan, kadar air bubuk serai dapur, rendemen, dan uji organoleptik (aroma dan warna). Uji hedonik dilakukan terhadap 30 orang panelis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan tanpa blanching, blanching uap, dan blanching air tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, namun berpengaruh nyata pada rendemen, organoleptik aroma, dan organoleptik warna. Berdasarkan hasil uji lanjut Beda Nyata terkecil (BNt), dapat disimpulkan bahwa perlakuan terbaik didapatkan pada perlakuan blanching dengan uap. Pada perlakuan tersebut diperoleh rendemen sebesar 18,17%, kadar air 8,85%, skor kesukaan terhadap warna 4 (suka) dan skor kesukaan terhadap bau 4 (suka).

Characteristic of Lemongrass Drying (Cymbopogon citratus L) Using Try Dryer Based on Different Blanching Process

Abstract. This study was to examine the characteristics of drying the lemongrass using a Tray Dryer based on different blanching treatments for the production of lemongrass powder. This study used a non-factorial Random Design (RAL) with treatment without blanching, steam blanching, and hot water blanching. Parameter research include ambient temperature, air humidity, air velocity, weight measurement during drying, moisture measurement during drying, drying rate, water content of lemongrass powder, rendement, and organoleptic test (aroma and color). The hedonic test was conducted on 30 panelists. The results of this study showed that blanching treatment, blanching of steam, and water blanching had no significant effect on water content, but had significant effect on yield, organoleptic flavor, and organoleptic color. Based on the results of a further test Significant Difference (LSD), it can be concluded that the best treatment is obtained in the treatment steam blanching. In the treatment obtained rendemen of 18.17%, water content 8.85%, favorite score on color 4 (like) and favorite score of smell 4 (like).



Keywords


Serai Dapur; Perlakuan Blanching; Tray Dryer; Bubuk Serai; Lemongrass; Blanching Treatment; Tray Dryer; Lemongrass Powder

References


Adha, F. 2018. Kajian Karakteristik Pengeringan Lapisan Tipis Kunyit (Curcuma domestica) Menggunakan Alat Pengering Tray Dryer. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh.

Hendroatmodjo, K.H. 1999. Idenifikasi kendala dan konsideran dalam pemberdayaan bahan pangan komplemen beras di Indonesia. BAlLITKABI.

Iskandar, S. 2014. Perpindahan Panas: Teori, Soal, dan Penyelesaian. Deepublish. Yogyakarta.

Kusdibyo dan D. Musaddad. 2000. Teknik Perlakuan Blansing Pada Pengeringan Sayuran Wortel dan Kubis. Laporan Penelitian T.A 1999/2000. Balitsa, Lembang.

Wardani, Intan K. 2016. “Studi Karakteristik Mutu Tepung Serai Dapur (cymbopogon citratus) dengan Perlakuan Blansir Yang Berbeda”. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, Padang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 


JIM Agribisnis|JIM Agroteknologi|JIM Peternakan|JIM Teknologi Hasil Pertanian|JIM Teknik Pertanian|
JIM Ilmu Tanah|JIM Proteksi Tanaman|JIM Kehutanan


E-ISSN: 2614-6053 2615-2878 Statistic Indexing | Citation


Alamat Tim Redaksi:
Fakultas Pertanian,Universitas Syiah Kuala
Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee No. 3, Kopelma Darussalam,
Banda Aceh, 23111, Indonesia.
Email:jimfp@unsyiah.ac.id