HUBUNGAN LAMA TERAPI HEMODIALISIS TERHADAP PASIEN USIA LANJUT YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUDZA BANDA ACEH

Putri Chairunnisa, Maimun Syukri, Muhsin Muhsin

Abstract


Hemodialisis (HD) merupakan terapi untuk menggantikan sebagian dari fungsi ginjal. Tindakan ini rutin dilakukan  pada penderita  penyakit  ginjal kronik (PGK) atau chronic kidney disease (CKD) stadium lima. Komplikasi yang umumnya timbul pada pasien yang menjalani hemodialisis adalah gangguan tidur yang menyebabkan penurunan kualitas tidur. Faktor usia dapat menyebabkan kualitas tidur menurun terutama pada usia lanjut karena suatu proses yang fisiologis. Penelitian dilakukan dengan wawancara kuisioner PSQI untuk menilai kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan lama terapi hemodialisis terhadap kualitas tidur pada pasien usia lanjut yang menjalani hemodialisis Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan observasional analitic dengan desain cross-sectional survey. Pengambilan sampel dilakukan secara non-probability sampling, dengan menggunakan metode total sampling. Dari sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi didapatkan berjumlah 42 orang. Rerata skor PSQI pada responden penelitian ini lama terapi hemodialisis adalah 26,5 bulan dengan standar deviasi/SD sebesar 34,4. Rerata skor PSQI  adalah 8,0 dengan standar deviasi/SD sebesar 4,2. Hasil analisis dengan menggunakan uji korelasi pearson menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan r= -0,385, p=0,12 antara lama terapi hemodialisis terhadap kualitas tidur pada pasien yang menjalani hemodialisis di RSUDZA Banda Aceh.

Kata kunci: Hemodialisis, kualitas tidur, usia lanjut


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.