Pengaruh Anemia Terhadap Kegagalan Konversi Sputum Pada Penderita Tuberkulosis Paru Kasus Baru Yang Menjalani Pengobatan Fase Intensif di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh

Sarah Fadlaini, Dewi Behtri Yanifitri, Buchari Buchari

Abstract


Tuberkulosis merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan anemia. Anemia dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap infeksi. Sistem imun merupakan faktor yang mempengaruhi konversi sputum dan keberhasilan pengobatan. Salah satu target dalam program pemberantasan TB paru saat ini adalah pencapaian angka konversi minimal 80% pada fase awal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anemia terhadap kegagalan konversi sputum pada penderita tuberkulosis paru kasus baru yang menjalani pengobatan fase intensif di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah cross sectional. Subjek penelitian terdiri atas 49 pasien di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh yang diperoleh dengan metode total sampling terhitung dari Januari 2015 sampai Agustus 2016. Hasil penelitian didapatkan frekuensi penderita TB yang anemia (35 pasien), tidak anemia (14 pasien), konversi (77,6%), dan tidak konversi (22,4%). Penderita TB yang anemia terbanyak mengalami konversi sputum yaitu 26 pasien (74,3%). Uji statistik Chi-square menunjukkan nilai p=0,386 (p>0,05) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh anemia terhadap kegagalan konversi sputum pada penderita tuberkulosis paru kasus baru yang menjalani pengobatan fase intensif di Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh.

Tuberculosis (TB) is a chronic disease and causes anemia. Anemia can suppress immune system-the body's natural defence system. This increases vulnerability to infection. The immune system is a factor that affects sputum conversion and successful anti-tuberculosis drug therapy. One of national tuberculosis programme is to reach sputum conversion rate of 80% after the intensive phase of treatment. The aim of this study is to determine the effect of anemia on delayed sputum conversion among new tuberculosis cases patients during intensive phase of treatment in Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh. The study was designed as cross sectional. The sample of this research is 49 patients in Instalasi PTT RSUDZA by using total sampling  method from Januari 2015 to Agustus 2016. The result of this study showed that among patient with TB, had anemia(35 patients),without anemia (14 patients), conversion (77,6%), dan delayed conversion (22,4%). Most of patient with TB and anemia had sputum conversion (74,3%). The result of Chi-square statistic analysis showed that p=0,386 (p>0,05) which means that there is no effect of anemia on delayed sputum conversion among new tuberculosis cases patients during intensive phase of treatment in Instalasi PTT RSUDZA Banda Aceh.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.