Hubungan Tingkat Pengetahuan Orangtua dengan Penggunaan Kacamata sebagai Koreksi pada Anak Kelainan Refraksi di MIN Ulee Kareng Banda Aceh

Nurul Islami, Firdalena Meutia, Tita Menawati Liansyah

Abstract


Kelainan refraksi merupakan keadaan dimana sistem optik dari mata gagal untuk menyesuaikan diri, sehingga bayangan tidak fokus tepat pada retina dan menyebabkan penglihatan menjadi kabur. Kelainan refraksi yang tidak dikoreksi merupakan masalah utama mata di seluruh dunia. Data dari VISION 2020, suatu program kerjasama antara InternationalAgency for the prevention of Blindness (IAPB) dan World Health Organization (WHO) memperkirakan 153 juta penduduk dunia mengalami gangguan visus akibat kelainan refraksi yang tidak dikoreksi. Pentingnya orangtua memiliki pengetahuan yang benar mengenai kelainan refraksi, sebagai upaya untuk dapat menanggulangi kondisi kelainan refraksi pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan orangtua dengan penggunaan kacamata sebagai koreksi pada anak kelainan refraksi di MIN Ulee Kareng Banda Aceh. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan desain cross sectional dengan metode pengambilan sampel secara total sampling. Ditemukan 42 anak yang mengalami kelainan refraksi dari 369 anak yang dilakukan pemeriksaan visus menggunakan Snellen Chart, selanjutnya dibagikan kuesioner untuk menilai pengetahuan orangtua terhadap kelainan refraksi. Hasil analisis data dengan menggunakan uji Mann-Withney menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan orangtua dengan penggunaan kacamata sebagai koreksi pada anak kelainan refraksi (p value 0,023<0,05). Kesimpulan pada penelitian ini terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan orangtua dengan penggunaan kacamata sebagai koreksi pada anak kelainan refraksi di MIN Ulee Kareng Banda Aceh.

Refractive error  is a condition where the optical system of the eye fails to adjust, so shadows cannot focus precisely on the retina and causing vision becomes blurred. Uncorrected refractive errors are the major problem in the world. According to VISION 2020, a program of cooperation between the International Agency for the prevention of Blindness (IAPB) and the World Health Organization (WHO) estimates that 153 million people worldwide impaired vision due to uncorrected refractive errors. That important for parents to have the right knowlage of refractive errors, as efforts to cope with the condition of refractive errors in children. The purpose of this study was to analyze the relationship between the levels of parent’s knowledge and the use of glasses as the correction of refractive errors for children in MIN Ulee Kareng Banda Aceh. This type of research is an analytic observational with cross sectional design using total sampling methods. It is founded that 42 children who have refractive errors of 429 children were examined visual acuity using the Snellen Chart, then questionnaires were distributed to assess parent’s knowledge for the refractive error. The results of data analysis using the Mann-Whitney test shows that there was a significant correlation between the level of parents’ knowledge with the use of glasses as the correction of refractive errors in children (p value 0.023<0.05). The conclusion of this research shows a relation between the level parent’s knowledge and the use of glasses as the correction of refractive errors for children in MIN Ulee Kareng Banda Aceh.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.