KEMAMPUAN ANALGESIK EKSTRAK METANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) PADA MENCIT (Mus musculus) YANG DIBERI RANGSANGAN PANAS PADA TELAPAK KAKI (The Analgesics Ability of Methanolic Extract of Moringa oleifera in Mice (Mus musculus) That was Given Heat Stimulation on Soles of The Feet

Nafsul Muthmainnah A, Rinidar Rinidar, M Hasan

Abstract


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan ekstrak metanol daun kelor (Moringa oleifera) sebagai analgesik menggunakan metode hot plate. Hewan coba yang digunakan 25 ekor mencit jantan berumur 3 bulan dan berat 25-30 gram. Penelitian ini menggunakan rancangan split-plot dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. P1 sebagai kontrol negatif diberi akuades, P2 sebagai kontrol positif diberi meloksikam dan P3, P4, dan P5 diberi ekstrak metanol daun kelor masing masing dosis 25 mg/kg bb, 50 mg/kg bb, dan 75 mg/kg bb. Pengujian nyeri pada mencit menggunakan metode hot plate. Respon nyeri diamati pada menit ke 10, 40, 70, 100, dan 130. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan analgesik di menit ke 10 (t1) kelompok P1, P2, P3, P4 tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap P0 (kontrol), sedangkan di menit ke 40, 70, 100, 130 (t2, t3, t4, t5) berbeda nyata (P<0,05) dengan kelompok P0. Pada Kelompok P4 di menit ke 100 dan 130 berbeda nyata (P<0,05) terhadap P1. Kesimpulan menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun kelor (Moringa oleifera) mempunyai kemampuan sebagai analgesik dan pada dosis 75 mg/kg bb (P4)  memiliki kemampuan yang lebih baik dari meloksikam sebagai analgesik pada mencit.

Kata Kunci : Analgesik, Daun kelor, Meloksikam, Hot plate.

 

 

ABSTRACT

                    This study aimed to determine the ability of metanolic extract of kelor leaf (Moringa oleifera) as an analgesic using hot plate method. There were 25 male mice 3 months old and 25-30 grams weight used in this experiment. This study used a split-plot design with 5 treatments and 5 replications. P1 was a negative control given distilled water, P2 was positive control given meloxicam and P3, P4, and P5 given leaf methanolic extract at 25 mg/kg bb, 50 mg/kg bb, and 75 mg/kg bb each dose. Pain examination on mice was using hot plate method and observed at 10th, 40th, 70th, 100th, and 130th minutes. The results showed that analgesic ability at 10 min (t1) P1, P2, P3, P4 did not differ significantly (P> 0.05) to P0 (control), while at 40 minutes, 70, 100, 130 (t2, t3, t4, t5) were significantly different (P <0.05) with group P0. In group P4 at 100 and 130 minutes was significantly different (P <0.05) against P1. The conclusion showed that methanolic extract of kelor leaf (Moringa oleifera) had analgesic ability and at dose 75 mg / kg bb (P4) had better ability than meloxicam as analgesic in mice.

Keywords: Analgesic, Moringa Leaves, Meloxicam, Hot plate.


 


Full Text:

PDF

References


Ahisma, G.K 2013. Aktivitas antikanker air daun kelor (moringa oleifera l.)

terhadap cell line kanker serviks hela dengan uji sitotoksisitas, apoptosis, dan jalur induksi apoptosis berdasarkan ekspresi gen p53. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Astika, I.M.D. 2014. Angka CD4 Nadir Rendah ≤ 200 Sel sebagai Faktor Risiko Nyeri Neuropatik pada Penderita Human Imunodeficiency Virus Di RDUP Sanglah Denpasar. Tesis. Universitas Udayana Denpasar, Bali.

Erwin, Rusli, Zuraidawati dan F. Irwansyah. 2014. Efek propofol terhadap onset dan sedasi pada tikus putih (Rattus novergicus) diabetes mellitus. Jurnal Medika Veterinaria. 8(2).

Gunawan, S.G., Setiabudy, R. Nafrialdi, dan Elysabeth. 2008. Farmakologi dan Terapi Edisi 5. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta.

Hilyani, A. 2017. Potensi ekstrak air daun kelor (Moringa oleifera) sebagai analgesik pada mencit (Mus musculus) dengan metode writhing abdominal. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Ikawati, Z. 2011. Farmakoterapi Penyakit Sistem Saraf Pusat. Bursa Ilmu, Yogyakarta.

Kee, J.L dan E.R Hayes. 1994. Pendekatan Proses Keperawatan. (Diterjemahkan oleh: Peter Anugrah). EGC, Jakarta.

Muqsith, A. 2015. Uji daya analgetik infusa aun kelor (Moringae folium) terhadapa mencit (Mus musculus). Lentera. 15(14).

Nugraha, L.S.A. 2011. Analgetika. Laboratorium Farmakologi Akademi Farmasi Theresiana, Semarang.

Pratiwi. R., J. Posangi, dan Fatimah wali. 2013. uji efek analgesik ekstrak etanol daun gedi (abelmoschus manihot (l.) medik) pada mencit (mus musculus). Jurnal e-biomedik (eBM).1(1):571-580.

Ramadhan, R. 2017. Kemampuan ekstrak air daun kelor (Moringa oleifera Lamk) sebagai analgesik dengan menggunakan metode hot plate. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

Rohyani, I.S., E. Aryanti, dan Suripto. 2015. Kandungan fitokimia beberapa jenis tumbuhan lokal yang sering dimanfaatkan sebagai bahan baku obat di pulau lombo. Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon. 1(2):388-391.

Sulistyawati, R dan P.Y Pratiwi. 2016. Pengaruh pemberian ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera L.) terhadap aktivitas analgesik dan antiinflamasi melalui ekspresi enzim siklooksigenase. Pharmaciana. 6(1):31-38.

Sulistyorini, R, Sarjadi, A. Johan, K.Djamiatun. 2015. Pengaruh ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) pada ekspresi insulin dan

insulitis tikusdiabetes melitus. MKB.47(2):69-76.

Suryanto, E. 2012. Fotokimia Antioksida. Penerbit PMN, Surabaya.

Syamsul, E.S., F. Andani., Y.B Soemarie. 2016. Uji aktivitas analgetik ekstrak etanolik daun kerehau (Collicarpa longifolia Lamk.) pada mencit putih. Traditional Medicine Journal. 21(2):99-103.

Wemay, M.A., Fatimawali., F. Wehantouw. Uji fitokimia dan aktivitas analgesik ekstrak etanol tanaman kucing-kucingan (Acalpha indica L.) pada tikus putih betina galur wistar (Rattus novergicus L.). Jurnal Ilmiah Farmasi. 2(3).

Yanti, M.L. 2010. Uji efek antipiretik infusa daun kelor (Moringa oleifera lamk) pada kelinci putih jantan galur new zealand. Skripsi. Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.




DOI: https://doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i3.8563

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.