JUMLAH SEL GOBLET PADA USUS PROKSIMAL DAN USUS DISTAL BELUT SAWAH (Monopterus albus) (Quantity of Goblet cells in proxsimal and distal intestine of rice field eel (Monopterus albus))

Hastitin Nel Kamta, Dian Masyitha, Zainuddin Zainuddin

Abstract


Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah sel Goblet pada usus proksimal dan usus distal belut sawah (Monopterus albus). Penelitian ini menggunakan lima usus belut sawah yang berasal dari Desa Alur dua, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa. Bagian yang diambil adalah usus proksimal dan distal yang berasal dari lima ekor belut sawah dan diamati menggunakan metode histologi eksplorasi. Sampel kemudian dibuat menjadi preparat histologi dan diwarnai dengan pewarnaan periodic acid-schiff (PAS). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah sel Goblet pada setiap 1000 sel absorptif usus proksimal dan usus distal belut sawah. Data penghitungan sel Goblet dianalisis menggunakan uji T. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan jumlah sel Goblet pada usus proksimal dan usus distal belut sawah dengan jumlah sel Goblet pada usus proksimal lebih banyak daripada jumlah sel Goblet pada usus distal. (This study aims to determine the number of Goblet cells in proxsimal and distal intestine of rice field eel (Monopterus albus). This study uses five rice field eel intestines that come from Alur dua village, Langsa Baro District, Langsa City. The samples for this study were proxsimal and distal part of intestine from five rice field eel and observed using histological methods of exploration. The samples were than made into histological preparation stained with periodic acid-Schiff (PAS). The parameters in this study was the number of Goblet cells in each 1000 absorbtive cells of  proxsimal and distal part of intestine rice field eel. Goblet cells counting data were analyzed using T-test. The result from the study concluded that there are differences in the number and distribution of Goblet cells in the intestine of rice field eel with the number of Goblet cells much more in proxsimal intestine).

Keywords


belut sawah, usus, sel Goblet (rice field eel, intestine, Goblet cell)

Full Text:

PDF

References


Agungpriyono, S. 2003. Glikoprotein dan Lektin. Dalam Modul: Pemanfaatan

Teknik Kultur Jaringan dan Histokimia. DIKTI dan Fakultas Kedokteran Hewan, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Asri, A. 2015. Gambaran histopatologi ikan Dui–Dui (Dermogenys

megarrhamphus) di danau Matano Luwu Timur Sulawesi Selatan yang tercemar logam berat nikel(Ni)dan besi (Fe). Skripsi. Fakultas Kedokteran. Universitas Hasanuddin, Makasar.

Balqis, U., R. Tiuria, B. Pontjo P., dan Darmawi. 2007. Proliferasi sel goblet duodenum, jejunum, dan ileum ayam petelur yang diimunisasi dengan protein eksretori/sekretori Ascaridia galli. Jurnal Kedokteran Hewan. 1(2):1-2.

Dai, X., M. Shu., and W. Fang. 2007. Histological and ultrastructural study of the digestive tract of rice field eel, Monopterus albus. J. App. Ichthyol. 23:177-183.

Dellman, H.D. and E. Brown. 1992. Histologi veteriner. Ed. III. UI Press, Jakarta.

Falahudin. I., Delima. E.M., dan Rika Y.P. 2016. Pengaruh pemberian keong sawah dan air cucian beras terhadap pertumbuhan belut (Monopterus Albus). Jurnal Biota. 2(1):112.

Fujaya, Y. 2004. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknik Perikanan. Rineka Cipta, Jakarta.

Ingram, G.A. 1980. Natural imunity in fish. J. Fish Biology. 16: 46-60.

Junqueira, L.C. dan J. Carneriro. 2007. Histologi Dasar Teks dan Atlas. Edisi 10. EGC, Jakarta.

Kiernan, J.A. 1990. Histological and Histochemical Method: Theory and Practice. Edisi 2. Pergamon Press, New York.

Khati, S. A., Radith. M., dan Windarti. 2014. Parasit pada belut sawah (Monopterus albus, Zuiew 1793) di Desa Sawah Kecamatan Kampar Utara. Jurnal Online Mahasiswa FMIPA Universitas Riau. 1(2).

Kurniawan, M.R. 2016. Identifikasi dan prevalensi infeksi cacing saluran pencernaan pada belut rawa (Synbranchus bengalensis) yang dipasarkan di Kota Surabaya, Jawa Timur. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya. Hal 4.

Manisha. R. Deshmukh, Sudhir. G. Chirde, & Y. A. Gadhikar. 2015. Histological and histochemical study on the stomach and intestine of catfish heteropneustes fossilis (bloch 1794). Global journal of biology, Agriculture, health science. Vol.4(1):1-8.

Marshall, W.S. and M. Grosell. 2005. Ion transport, osmoregulation, and acidbase balance. In the Physiology of Fishes. Evans, D.H., and J.B. Claiborne (eds). Taylor and Francis Group.

Petrinec, Z., S. Nejedli, and S. Kuzir. 2005. Mucosubstances of the digestive tract mucosa in northern pike (Esox lucius L.) and european catfish (Silurus

glanis L.). Veterinarski Arhiv. 75:317-327.

Purbomartono, C., P. Susatyo, dan Setiawan, A. 2004. Pola penyebaran sel mukus pada saluran pencernaan ikan tawes. J. Fish. Sci. 4 (2):62-65.

Riani, E., dan Yunizar. E. 2004. Hubungan perubahan jenis kelamin dan ukuran tubuh ikan belut sawah (Monopterus Albus). Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 11(2):139-144.

Santoso, R. 2014. Penambahan atraktan yang berbeda dalam pakan buatan pasta terhadap pertumbuhan dan feed convertion ratio belut (Monopterus Albus) dengan sistem resirkulasi. Skripsi. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga, Surabaya. Hal 15-16.

Yamada, K. and M. Yokote. 1975. Morphochemical analyisis of mucosubstances in some epithelial tissues of the eel (Anguilla japonrca). Histochemistry. 43:72-161.

Yusfiati, R., Elvira, dan R. Megawati. 2013. Mucus cell distribution at gastric and intestine of baung fish (Mystus nemurus CV) from siak river. Prosiding

Semirata FMIPA Universitas Lampung. 499-504.

Yusfiati, R., K. Sigit, R. Affandi, dan Nurhidayat. 2006. Anatomi saluran pencernaan ikan buntal pisang (Tetraodon lunaris). Jurnal Iktiologi Indonesia, 6(1):1-11.




DOI: https://doi.org/10.21157/jim%20vet..v2i2.7658

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH MAHASISWA VETERINER

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.