NILAI MORAL TOKOH ANAK DALAM FILM HAFALAN SURAT DELISA

Hikmah Muliadi, Dr. Hamdani M Syam, M.A., Nur Anisah, M.Si

Abstract


ABSTRAK

“Analisis Semiotik Nilai Moral Anak Tokoh Delisa dalam film Hafalan Shalat Delisa”. Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya asumsi bahwa karya film tidak hanya menjadi sebuah karya seni yang dapat menghibur saja, namun dapat menjadi salah satu sarana untuk mendidik. Perkembangan dunia mengarah kepada perkembangan dunia pendidikan untuk dapat lebih kreatif dalam menggunakan dan memanfaatkan media pembelajaran. Permasalahan nilai moral merupakan hal yang sangat penting untuk dibahas. Oleh karena itu, film hafalan Shalat Delisa menjadi objek dalam penelitian ini. Hafalan Shalat Delisa merupakan film drama Indonesia yang disutradarai oleh Sony Gaokasak. Film ini menceritakan tentang seseorang anak kecil bernama Delisa berusia 6 tahun yang ingin sekali menghafal bacaan shalat. Bencana Tsunami datang dan membuat delisa harus kehilangan hafalannya. Selang beberapa saat setelah bencana itu, Delisa bangkit dan kembali menghafalkan bacaan shalat. Hal ini membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini menganalisis tentang nilai moral anak yang ada dalam film Hafalan Shalat Delisa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui moral anak yang terkandung dalam film Hafalan Shalat Delisa. Penelitian ini menggunakan metode dokumentasi dan teknik analisis model Roland Barthes, langkah-langkahnya menemukan makna Denotasi dan Konotasi. Penelitian ini menggunakan teori moral dasar bagi anak dari Pam Schiller dan Tamera Bryant. Hasil dari penelitian ini adalah menemukan pesan moral anak yang terdapat pada Delisa dalam film Hafalan Shalat Delisa ada 11, yaitu: kepedulian dan empati, kerja sama, berani, keteguhan hati dan komitmen, suka menolong, kejujuran dan integritas, mandiri dan percaya diri, loyalitas, rasa bangga, banyak akal, dan sikap respek.

Kata Kunci: Analisis Semiotik, Nilai Moral, Roland Barthes, Pam Schiller dan Tamera Bryant

MORAL VALUES OF CHILDREN IN THE FILM OF HAFALAN SURAT DELISA

ABSTRACT

"Semiotic Analysis of Moral Values of Children of Delisa in the film Hafalan Salat Delisa". The background of this research is the assumption that the work of the film is not only a work of art that can entertain only, but can be one means to educate. The development of the world leads to the development of the world of education to be more creative in using and utilizing learning media. The issue of moral values is very important to discuss. Therefore, the recitation film of Delilah Prayer became the object in this study. Hafalan Surat Delisa is an Indonesian drama film directed by Sony Gaokasak. This film tells about a little boy named Delisa 6 years old who wanted to memorize the reading of prayer. Tsunami disaster came and made delisa had to lose her memorization. After a few moments after the disaster, Delisa got up and went back to memorizing the prayer readings. This makes the authors interested in doing this research. This study analyzes the moral values of children in the film Hafalan Shalat Delisa. The purpose of this study is to determine the moral of children contained in the film Hafalan Shalat Delisa. This study uses the method of documentation and analysis techniques of Roland Barthes model, the steps to find the meaning Denotasi and Konotasi. This research uses the basic moral theory for children from Pam Schiller and Tamera Bryant. The result of this research is to find the moral message of children found in Delisa in Hafalan Shalat Delisa movie, and there are 11 values, namely: caring and empathy, cooperation, courage, courage and commitment, helpfulness, honesty and integrity, self-reliance and self-confidence, loyalty, pride, resourcefulness, and respect.

Keywords: Semiotic Analysis, Moral Value, Roland Barthes, Pam Schiller and Tamera Bryant

Keywords


keyword;kata kunci

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia