Efektivitas Kinerja Tuha Peut Sebagai Unsur Penyelenggaraan Pemerintahan Gampong di Kota Banda Aceh (Suatu Penelitian di Gampong Kampung Baru Kecamatan Baiturrahman);The Effectiveness Of The Performance Of Tuha Peut As An Element Of The Implementation Of The Village In The City Of Banda Aceh (A study in the Village Kampung Baru subdistrict Baiturrahman)

Rifqi Alhafidh Suhanda, dahlan dahlan

Abstract


Tuha peut merupakan lembaga adat yang sudah lama dianut oleh masyarakat aceh sejak zaman Sultan Iskandar Muda pada abad ke-16, lembaga yang di isi oleh tokoh – tokoh ulama, tokoh adat, pemuka masyarakat, serta cerdik pandai yang ada di gampong diharapkan dapat memperkuat pemerintahan gampong, fungsinya yang besar, yaitu sebagai mitra pemerintahan gampong, mengawasi pemerintahan, membahas atau merumuskan dan memberi persetujuan terhadap reusam gampong, dan juga sebagai fungsi anggaran diharapkan dapat bekerja secara maksimal.

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan serta menganalisis sejauh mana keterlibatan tuha peut di dalam menjalankan fungsinya dan mengetahui sejauh mana hambatan yang di alami oleh lembaga tuha peut di dalam menjalankan fungsi, dan tugasnya serta dapat menjadikan penguatan lembaga tuha peut.

Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif, data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui penelitian lapangan yang dilakukan melalui wawancara dengan informan dan dokumen – dokumen penting lainnya, dan penelitian kepustakaan dilakukan dengan membaca buku teks, peraturan perundang – undangan dan bahan bacaan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini.

Hasil penelitian yang di lakukan menunjukkan bahwasannya secara umum tuha peut sudah menjalankan fungsi dan wewenangnya secara baik, tetapi dalam menjalankan fungsi dan wewenangnya tuha peut di rasa tidak maksimal dalam menjaga kestabilan jalannya roda pemerintah, konflik yang terjadi di antara tuha peut dan geuchik gampong menyebabkan beberapa kerugian, reusam gampong yang tertunda hingga dana desa yang tidak ada di tahun 2016 yang menyebabkan pemerintahan berjalan dengan buruk.

Dalam hal ini penulis menyarankan agar tuha peut harus berperan semaksimal mungkin, fungsinya sebagai legislatif di tingkat gampong harus mampu menciptakan suasana hidup aman dan damai, pemerintah gampong kampung baru, harus membangun hubungan yang baik, selain itu pemerintah kota perlu memastikan konflik yang terjadi selama ini telah terselesaikan dengan sempurna, hubungan emosional antara tuha peut dan pemerintahan gampong pun perlu di bangun agar berjalannya roda pemerintahan yang baik.

Kata Kunci : Kinerja, Tuha Peut, Pemerintahan Gampong

Tuha peut is customary institution that has long embraced by the people of Aceh since the time of Sultan Iskandar Muda in the 16th century, institutions that are filled by the figures - by prominent religious leaders, traditional leaders, community leaders, and scholars in the village is expected to strengthen governance village, a large function, namely as a partner of the village administration, overseeing the government, discuss or formulate and approve the reusam village, and also as a function of the budget is expected to work optimally.           
            This study aims to explain and analyze the extent to which the involvement of tuha peut in carrying out its functions and to know the extent of the obstacles experienced by tuha peut institutions in carrying out the functions, and their duties and can make the strengthening of tuha peut institution.

This research uses descriptive qualitative approach method, the data required in this research through research conducted through interviews with informants and other important documents, and literature research conducted by reading textbooks, legislation and other reading-related materials this.

The results of the research shows that in general the tuha peut has function and authority well, in the function and authority of tuha peut in the sense of not maximally in maintaining the stability of the road, the conflicting government between tuha peut and geuchik gampong cause some loss, reusam The delayed gampong to village funds that did not exist in 2016 that caused the government to run poorly.

In this case the authors are dry so that tuha peut should be able to work as much as possible, its function as legislative at the village level should be able to create a peaceful and peaceful life, the new village gampong government, must build good relations, besides the city government needs to be legalized so far Perfectly resolved, the emotional connection between tuha peut and gampong government also needs to be built for good governance.

Keywords: Performance, Tuha Peut, The Village


Keywords


Kinerja, Tuha Peut, Pemerintahan Gampong;Performance, Tuha Peut, The Village

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia