Analisa sosiologi terhadap budaya peupok di Aceh Besar

nurul aula putri

Abstract


Penelitian ini mengangkat analisa sosiologi terhadap budaya peupok leumo pada masyarakat Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  makna budaya peupok leumo dalam  kehidupan masyarakat serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terhambatnya kelestarian peupok leumo di Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer. Penelitian ini dilakukan di Aceh Besar digampong Ujong Blang Kecamatan Kuta Baro. Informan dalam penelitian ini yaitu peternak sapi, panitia pelaksana, masyarakat gampong serta penonton yang terlibat langsung dalam acara peupok leumo. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa makna Peupok Leumo  bagi masyarakat Aceh Besar dapat meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat yang mengikutinya, dan juga menjadi ajang hiburan setelah panen padi selesai, menjalin silaturahmi antar pemilik lembu dan  salah satu kebudayaan yang harus dipertahankan karena budaya peupok leumo dapat memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat, akan tetapi saat ini kebudayaan peupok leumo perlahan menghilang dengan sendirinya dikarenakan ada faktor yang menghambat kelestariannya, diantaranya perubahan zaman yang semakin moderen, pemikiran masyarakat yang semakin terbuka luas akan hal teknologi dalam konteks budaya, serta kurangnya pemahaman remaja sekarang akan kebudayan tradisionalnya dan berkurangnya infrastruktur yang di butuhkan.

Kata kunci : Kebudayaan, Peupok Leumo, Kesejahteraan  Ekonomi

 

sociological analysis of the culture of peupok leumo in the Aceh Besar’s society 

 

 This study is about the sociological analysis of the culture of peupok leumo in the Aceh Besar’s society (Case Study of the Preservation of Peupok Leumo’s Culture as a Great Aceh Cultural Asset). The purpose of this study is to determine the meaning of the culture of peupok leumo in society's lives and to find out the factors that led to the obstruction of the preservation of peupok leumo in Aceh Besar. This study uses the theory of symbolic interactionism by Herbert Blumer. This study was conducted in Aceh Besar in gampong Ujong Blang, Kuta Baro District. In this study, the informants were cow farmers, executive committees, gampong communities and spectators who were directly involved in the peupok leumo’s program. The data collection techniques used in this study were observation, interviews and documentation. Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that eating Peupok Leumo for Aceh Besar’s people can improve the economic welfare of the people who follow it, and also become a place of entertainment after the rice harvest, establishing friendship between oxen owners and one of the cultures that must be maintained because this culture can make a big contribution to the community However, nowadays the culture of Peupok Leumo has been largely abandoned by the community because there are many things that are incompatible with the culture it should be.

 

Keyword : Culture, Peupok Leumo, Economic Prosperity

 


Keywords


Keyword : Culture, Peupok Leumo, Economic Prosperity

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Tim Redaksi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Jln. Tanoh Abee, Kopelma Darussalam
Banda Aceh, 23111, Aceh
Indonesia